Mengucapkan Nazar Dalam Hati Contohnya Saya Bernadzar Puasa Senin Kamis

Fiqih Muamalah, 23 Februari 2022

Pertanyaan:

apa hukum mengucap nadzar dalam hati contoh saya nadzar sedekah di hari jumat. apakah sudah menjadi nadzar



-- Umrotul Munawaroh (Kediri)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Dalam hal yang anda tanyakan adan perbedaan antara Ulama', tetapi pendapat yang insyaa Allah lebih kuat adalah pendapat, bahwa nadzar baru akan sah sebagai nadzar kalau telah diucapkan dengan kata kata

Nazar tidak sah jika hanya sebatas niat atau belum diucapkan. Misalnya seseorang berniat dalam hatinya, saya bernadzar untuk sedekah hari Jum'at. jika hal tersebut sebatas niat saja, belum dianggap nazar yang sah, yang wajib dia laksanakan.

Fairuz Abadzi – ulama syafiiyah – menegaskan,

ولا يصح النذر إلا بالقول

“Nazar tidak sah, kecuali diucapkan.” (Al-Muhadzab, 1/440) .

An-Nawawi dalam syarah Muhadzab memberikan penjelasan,

وهل يصح بالنية من غير قول … (الصحيح) باتفاق الأصحاب أنه لا يصح إلا بالقول ولا تنفع النية وحدها

Apakah nadzar sah semata dengan niat, tanpa diucapkan…(yang kuat) berdasarkan sepakat ulama madzhab Syafii, bahwa tidak sah nadzar kecuali diucapkan. Niat semata, tidak bermanfaat (tidak dianggap). (Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 8/451)

Hal yang sama juga dinyatakan Al-Mardawi – ulama hambali – dalam Al-Inshaf,

ولا يصح (النذر) إلا بالقول ، فإن نواه من غير قول : لم يصح بلا نزاع

Nadzar tidak sah kecuali dengan diucapkan. Jika dia hanya berniat, namun tidak dia ucapkan, tidak sah nadzarnya, tanpa ada perbedaan pendapat. (Al-Inshaf, 11/118)

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.





-- Agung Cahyadi, MA