Menentukan Mana Yang Terbaik Menurut Allah

Lain-lain, 3 Maret 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb ustad. Saya hendak dilamar oleh seorang laki-laki yang baru dikenal. Karna saya merasa belum cocok, akhirnya saya berdoa untuk diberi yang terbaik oleh Allah. Setelah itu datang mantan pacar saya juga ingin melamar saya. Berdoa lagi saya minta tunjukan yang terbaik. Kemudian tiba-tiba laki-laki yang baru saya kenal tersebut menjauh dari saya. Dan setelah kepergian laki-laki yang baru dikenal tersebut saya baru sadar kalau saya tertarik dengannya. Saya jadi bingung ustad harus menerima lamaran mantan saya atau menunggu laki-laki baru dikenal tersebut kembali lagi pada saya?

Mohon pencerahannya ustad. Terimakasih



-- Siti Hajar (Semarang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Allah swt maha pengabul doa manusia. Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. (QS. Ghafir: 60)

Anda hendak dilamar oleh seorang laki-laki yang baru anda kenal. Karna anda merasa belum cocok, akhirnya anda  berdoa untuk diberi yang terbaik oleh Allah. Setelah itu datang mantan pacar anda juga ingin melamar. Anda berdoa lagi dan anda  minta petunjuk yang terbaik. Kemudian tiba-tiba laki-laki yang baru anda kenal tersebut menjauh.

Yakinilah bahwa mantan pacar anda itu adalah pilihan yang terbaik buat anda, meskipun tiba-tiba ada rasa cinta muncul kepada laki-laki yang baru dikenal itu.

Itulah kebaikan yang harus segera ditangkap dan dilaksanakan. Jangan sampai kesempatan itu berlalu dan terjadi penyesalan. Karena hal itu adalah buah dari doa yang anda panjatkan.

Harapan anda untuk kembalinya laki-laki yang baru anda kenal, untuk melamar anda dan dekat kembali adalah sesuatu yang belum pasti. Sementara lamaran mantan pacar anda adalah sudah pasti. Maka pilihlah yang sudah pasti agar kebaikan segera tertunaikan.

Bisa jadi harapan itu hanya tipudaya iblis saja untuk menjauhkan anda dari kebaikan pernikahan. Salah satu keberhasilan yang dibanggakan para jin adalah keberhasilan menggagalkan  pernikahan dan terjadinya perceraian. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR Muslim )

Kebaikan harus segera ditunaikan dan tidak menunda-nundanya. Karena itu menurut hemat kami, sebaiknya anda terima lamaran mantan pacar anda dan abaikan bisikan harapan kembalinya laki-laki yang baru anda kenal. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc