Bantuan Masa Lalu Diklaim Hutang Dan Ditagih Dengan Konversi Kurs Sekarang

Fiqih Muamalah, 17 Maret 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz.

Mohon maaf saya hendak menanyakan kejadian yang menimpa kerabat saya. Kerabat saya ini sebut saja B lebih dari dua puluh tahun yang lalu dibantu uang sekolah oleh saudaranya. Kala itu saudaranya mengatakan niat membantu.  Bantuannya berupa uang untuk membayar spp sekolah. Tahun berganti tiba tiba saudara si B ini menagih bantuannya dan katanya dianggap hutang. Dan semua total bantuan (dianggap hutang tadi) dikonversikan 10 kali lipat karena dianggap harus menyesuaikan dengan keadaan nilai uang sekarang.

Karena ditagih terus menerus maka si B akhirnya berencana membayar semua bantuan yg sudah diterima. Hanya saja si B bersedia membayar sebesar bantuan yg dulu diterima/tidak dikonversikan 10 kali lipat. Tapi saudara B tidak terima dan menyatakan bahkan B tetap berutang dan kelak akan dia tagih di akhirat.

Yang saya tanyakan :

1. Apakah tindakan B sudah benar dengan membayar hanya sebesar bantuan yg diterima tanpa dikonversikan 10 kali lipat?

2. Apakah kelak B tetap dianggap berutang kepada saudara di akhirat.

Terima kasih bantuannya ustadz

Wasalamualaikum wr wb



-- Rachma (Surabaya)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Tindakan B dengan memberikan kepada kerabatnya yang pernah membantunya dengan memberikan uang dengan jumlah tertentu, itu adalah sebuah kebaikan. karena akad uang pemberian yang pernah diterimanya dari saudaranya tersebut adalah "membantu" dan bukan " menghutangi", yang karenanya mestinya tidak harus membayar.

Kalaupun akadnya dulu adalah hutang piutang (dan itu harus ada buktinya), maka apabila B diharuskan oleh saudaranya yang pernah membantunya agar ia membayar 10 kali lipat dari uang yang diterimanya, maka itu adalah riba yang dilarang dalam agama kita Islam.

Dan oleh karena akadnya saat menerima uang dari saudaranya dulu adalah bantuan, maka B tidak dianggap berhutang kepada saudaranya, baik di dunia dan juga di akhirat

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemjudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lsm bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA