Apakah Ibadah Pelaku Zina Tidak Diterima 40 Tahun?

Lain-lain, 17 Maret 2022

Pertanyaan:

assalamualaikum, saya izin bertanya apakah pelaku zina ibadahnya tidak diterima selama 40 tahun lamanya?



-- Zira (Bogor)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kami belum mendapati dalil yang menyatakan bahwa ibadah pelaku zina tidak diterima selama 40 tahun lamanya. Diterimanya ibadah atau di tolaknya, merupakan hak Allah swt. Selama syarat dan rukun ibadah terpenuhi maka ibadah tersebut akan di terima Allah swt. Syarat diterimanya ibadah ada dua: ikhlas dan mutaba’ah. Ikhlas semata-mata untuk Allah swt, tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, dan tatacaranya mengikuti tatacara yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. Tidak melakukan bid’ah dalam beribadah. Allah berfirman:

فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا

Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya“.” (QS. Al Kahfi: 110)

Dan Rasulullah saw bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkanBarangsiapa yang berhijrah karena  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, pen.) (HR. Bukhari dan Muslim)

Terkait perintah untuk mengikuti tatacara yang diperintahkan Rasulullah saw. Beliau bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak (HR. Bukhari dan Muslim)

Adapun terkait dengan dosa zina. Dosa zina tidak dapat menghalangi diterimanya ibadah selama syarat dan rukunnya terpenuhi. Bahkan kesalahan dan dosa zina dapat terhapus dengan amal sholeh yang dilakukan pelakunya. Rasulullah saw menyampaikan dalam haditsnya:

أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا

Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245)

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc