Cara Tobat

Lain-lain, 12 April 2022

Pertanyaan:

assalamu'alaikum saya mau bertanya. gimana hukumnya bila tidur sekamar bersama sepupu sampai meraba kemaluannya dan pelukan sedangkan sepupu sedang tidur. dan gimna tobatnya



-- Adee (Jakarta)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Sepupu adalah bukan mahram, sehingga tidak boleh tidur sekamar, apalagi sampai meraba kemaluan dan pelukan, meskipun yang dipeluk sedang tidur dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi atas dirinya.

Bila seorang anak sudah berusia sepuluh tahun atau sudah baligh, maka tempat tidurnya dan kamarnya – jika berlainan jenis kelamin mereka-harus dipisah, meskipun mereka berstatus mahram, apalagi bukan mahram. Rasulullah saw bersabda:

مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahlah anak-anakmu untuk mendirikan shalat ketika mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah bila enggan mendirikan shalat ketika telah berumur sepuluh tahun dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)

Setiap orang yang melakukan kesalahan harus memohon ampun kepada Allah dan harus bertaubat. Taubat adalah kembali kepada jalan yang lurus setelah orang itu keluar darinya. Taubat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar menjadi taubat nasuha atau taubat yang murni. Cara bertaubat :

  1. menyesali perbuatan salah yang pernah dilakukannya dengan penyesalan yang sungguh-sungguh.
  2. Melepaskan kesalahan yang pernah dilakukannya seperti melepas pakaian dari badan. Menjauhinya dan tidak mendekatinya kembali.
  3. Bertekad dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya kembali. Bisa dengan cara pindah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik atau meninggalkan teman yang buruk dan menggantikannya dengan teman yang baru.

    Perbanyaklah beristghfar atau meminta ampun kepada Allah. Yaitu mengucapkan :”astghfirullah al ‘adzim wa atubu ilaika”. Ya Allah aku mohon ampun kepadamu dan aku bertaubat kepadamu.

    Rasulullah saw memberikan contoh kepada ummatnya untuk memperbanyak istghfar dan bertaubat walaupun beliau sudah dijamin akan diampuni segala dosanya dan telah dijamin akan masuk surga. Rasulullah bersabda:


    وَعَنْ أبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (وَاللهِ إَنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِليهِ فِي اليَومِ أَكثَرَ مِنْ سَبعِينَ مَرَّةً) رَوَاهُ البُخَارِيُّ.

    Dari Abi Hurairoh Ra. beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Demi Allah, sesungguhnya aku pasti memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.’” (HR. Al-Bukhori)

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc