Pendapat Tentang Talak

Lain-lain, 15 April 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz, izin bertanya

Bolehkah kita mengambil pendapat beberapa ulama mengenai talak asalkan pendapat tersebut mayoritas? Misalnya;

Kasus talak pertama: mengambil pendapat ulama A

Kasus talak kedua: mengambil pendapat ulama B

Kasus talak ketiga: mengambil pendapat ulama A atau C, dan seterusnya slm pendapat tsb mayoritas. 

Ataukah bolehkah juga mengambil pendapat ulama yang minoritas? 

Terima kasih jawabannya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



-- W (Kediri)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Setiap muslim wajib berusaha melakukan amalan yang benar sesuai dengan al qur'an dan sunnah. Demikian pula dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya harus sesuai dengan keduanya. Akan tetapi tidak semua orang mampu mengetahui kebenaran dengan mengambilnya langsung dari al quran dan sunnah. Disini  peran ulama dibutuhkan untuk berijtihad dan berusaha dengan sungguh-sungguh mengambil kebenaran dari keduanya. Setiap ulama berijtihad, dan hasil ijtihadnya bisa sama dan bisa berbeda. Pendapat yang sama yang menjadi pendapat mayoritas ulama disebut dengan pendapat jumhur ulama. Pendapat yang seperti itu tentu lebih mendapatkan prioritas untuk dipilih dibandingkan dengan pendapat minoritas.

Dalam hal memilih pendapat yang dianut dan dipilih dalam suatu masalah, maka hendaknya memperhatikan kemampuan kita memilih dan memilah. Jika kita memiliki kapasitas ilmu untuk membandingkan antara satu pendapat dengan pendapat lain. Maka boleh kita memilih pendapat mana saja yang menurut ilmu kita paling benar. Orang yang diperbolehkan melakukan seperti ini adalah ulama. Harus dihindari memilih pendapat atas dasar nafsu, selera suka dan tidak suka.

Jika kita adalah orang awam. Sebaiknya pendapat yang dipilih adalah pendapat jumhur ulama. Karena pendapat jumhur ulama lebih menjamin kebenaran dibandingkan pendapat minoritas ulama. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc