Warisan

Waris, 19 April 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum, bagaimanakah status jika seorang menantu laki-laki membelikan ibu mertuanya rumah dan menyatakan secara lisan bahwa rumah tsb dibeli untuk ditempatinya. Lalu sang mertua yang statusnya janda tsb meninggal. Dalam kasusnya surat rumah tsb awalnya beratasnamakan Alm ibu mertua dari menantu laki-laki. Dan ketika si Ibu mertua tsb wafat lantas surat kepemilikan dikembalikan lagi atas nama istri dari mentantu laki-laki tsb yang berarti adalah anak kandung dari Alm. Dalam kasus ini apakah rumah tsb menjadi hak milik si ibu mertua yang wajib diwariskan kepada anak-anaknya? Ataukah dapat di tarik kembali untuk si menantu yang membelikan rumah tsb? 



-- Hana (Jakarta)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Status kepemilikan rumah tersebut ; apakah milik Ibu mertua (al marhumah) atau milik menantu, akan ditentukan oleh niat menantu ketika membeli rumah tersebut, apabila niatnya saat membeli`rumah untuk diberikan kepada mertua, maka rumah tersebut menjadi milik mertua, sehingga ketika beliau meninggal berarti rumah tersebut menjadi harta waris yang harus dibagi kepada ahli warisnya, tetapi apabila niatnya hanya sekedar untuk ditempati mertua selama masih hidup, maka rumah tersebut menjadi milik menantu yang membelinya.

Kepastian dan kejujuran menantu dalam hal ini, akan menentukan status kepemilikan dari rumah tersebut dan apakah ia mejadi harta waris atau bukan harta waris

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA