Kategori Talak Tiga?


Pertanyaan:

Assalamualaikum. Mohon pencerahan. 3 hari lalu saya cekcok dengan istri secara lisan,  istri mengucapkan cerai kepada saya, kebetulan waktu itu bapak saya pas lewat saya terbawa emosi dan mengatakan didepan bapak saya kalau ini istri kurang ajar berani bilang cerai,  ndak lama istri saya menimpali lg bilang cerai dan mengusir saya, spontanitas saya jawab kamu aja yg pergi. Saya lalu bergegas menyiapkan baju sebelum saya keluar rumah saya pamit dihadapan bapak saya dan mengatakan kalau dia meminta cerai akan saya turuti.  Namun maksud hati saya menuruti cerai kalau istri saya tetap menggugat perceraian..  Mohon penjelasan apakah peristiwa ini termasuk talak 3 karena saya disini bukan pencetus semua yg saya lontarkan adalah karena menimpali statment istri



-- Putu Ari S. Hasibuan (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Perselisihan dan pertengkaran dalam keluarga adalah sesuatu yang lumrah dan wajar terjadi. Meskipun demikian jangan sampai hal ini menjadi sebab terjadinya perpisahan atau perceraian. 

Sudah menjadi karakter perempuan itu mudah memutuskan perkara berdasarkan emosinya. Maka disinilah peran laki-laki dibutuhkan agar perselisihan tidak menjadi menjadi-jadi dan semakin parah serta berbuah perpisahan.

Menanggapi apa yang anda sampaikan. Dapat kami tanggapi sebagai berikut.

  1. Jika yang anda maksud istri anda mengatakan cerai adalah dia minta diceraikan oleh anda, maka itu namanya khulu’ atau gugatan cerai. Perempuan tidak bisa menceraikan atau mentalak suaminya. Talak adalah hak suami. Istri hanya berhak melakukan khulu’ atau gugatan cerai. Khulu’ atau gugtan cerai harus diampaikan kepada hakim untuk mendapatkan keputusan diterima atau di tolak permintaanya. Jika permintaannya diterima maka khulu’nya sah dan dengan itu suami dan istri berstatus sah bercerai.
  2. Kata-kata yang anda sampaikan dihadapan ayah:” jika dia minta cerai,maka akan saya turuti” adalah kalimat yang memberikan penjelasan bahwa anda berjanji siap menceraikan dia jika dia meminta cerai lagi setelah kepergian anda itu. Yang menjadi pertanyaan adalah: apakah istri anda setelah itu meminta cerai atau tidak? jika dia mengajukan gugatan cerai setelah peristiwa itu, maka wajib bagi anda mengabulkannya, karena anda telah berjanji dihadapan ayah anda. Jika setelah peristiwa itu istri anda tidak melakukan gugtan cerai, maka tidak ada perceraian karena tidak ada gugatan. Dengan demikian tidak terjadi talak.
  3. Sekedar menambah penjelasan tentang talak tiga. Talak tiga yang benar adalah talak yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan tiga kali peristiwa contoh: seorang suami mentalak [strinya di bulan januari (talak pertama). Setelah itu dia rujuk. Kemudian dia mentalak istrinya lagi di bulan Juni (talak dua). setelah itu dia rujuk. Kemudian pada bulan Desember dia mentalak istrinya lagi. Talak yang ketiga inilah disebut talak tiga.

Adapun talak yang diucapkan tiga kali dalam satu kesempatan, maka talak itu dinilai satu talak.

Demikian yang bisa disampaikan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc