Hukum Menahan Warisan Dan Tidak Mau Membagi Sesuai Syariat Islam

Waris, 5 Mei 2022

Pertanyaan:

  Assalamualaikum wr wb.

Ibu dan bapak saya sudah tiada. Mereka memiliki 2 anak perempuan. Saya dan kakak saya. Ibu saya juga memiliki 1 kakak perempuan yg masih hidup, keadaan ekonominya yg saya tau tdk baik.

Sebelum ibu meninggal, ibu menghabiskan hidupnya dirumah warisan bapak saya bersama keluarga kk saya. 

Setelah ibu meninggal kakak saya dan keluarganya masih menempati rumah itu dan hanya kakak saya yg tau dimana dokumen rumah bapak dan rekening tabungan ibu saya yg harusnya itupun juga jd warisan. Pertanyaannya

1. Ibu bapak saya berpesan agar rumah tsb jangan dijual/ dipindah tangan ke org lain. Kakak saya kekeh mengikuti pesan mrk, tp saya tidak punya alasan utk mempertahankan rmh tsb, saya ingin rmh itu dijual. Apalagi skrg sy ikut suami kerja di daerah tangerang. Beda propinsi dgn rumah warisan yg ada di bekasi. Sedangkan kakak saya juga tidak mampu utk membeli rmh tsb. Dia Hanya mampu membayar per bulan 1juta gak tau sampai kapan/ saya ambil rumah dia yg kecil di daerah jonggol+50jt. Menurut sy itu tidak sepadan dgn nominal rumah warisan bapak sy. Dia kekeh tdk mau dijual tetap pada pendiriannya.

2. Kakak saya tdk mau pembagian warisan sesuai syariat islam. Dia kekeh dibagi 2 sesuai pesan ortu sy. Kalau pergi ke notaris juga dia gak mau pakai notaris islam. Syariat islam. Sedangkan menurut ilmu fiqih warisan, kakak ibu saya mendapatkan bagian harta warisan karena masih hidup  ketika saya ingatkan kk saya. Dia tdk terima dan bilang bahwa saya hanya cari pembenaran berdasarkan dalil. 

3. Kakak saya sering sekali blok nomor saya apalagi trakhir saya tanyakan soal warisan. Terakhir suaminya hubungi saya agar saya jangan mengganggunya. Menunggu dia tenang. Pertanyaan sy sampai kapan nunggu dia tenang? Saya juga memiliki hak atas rumah bapak saya dan tabungan ibu saya. Begitupula bude saya punya hak. Saya merasa kakak saya selalu cari alasan untuk menahan pembahasan soal warisan. Dia juga tdk pernah mau membahas tabungan ibu saya. Padahal yg saya tau ibu sy selalu menabung dan beliau punya tabungan haji. Ibu sy sudah dpt kuota haji. Namun Allah menjemputnya dahulu.

4. Sekarang saya butuh uang untuk menjalankan roda kehidupan saya sekeluarga. Tetapi kakak saya tidak kunjung mau membahas soal warisan. Selagi saya, dia dan bude saya hidup. Kenapa kami dipersulit mendapatkan hak kami? Apa hukumnya buat org seperti kakak saya dalam pandangan islam? 

 



-- Azzam (Tangerang)

Jawaban:

sudah terjawab sebelumnya



-- Agung Cahyadi, MA