Transaksi Perbankan Syariah

Fiqih Muamalah, 13 Mei 2022

Pertanyaan:

Saya  mau pinjam ke bank syariah berkenaan dengan kebutuhan saya dalam pelunasan angsuran pembangunan rumah ke pihak devoluper syariah, rumah dah selesai dan sudah 4 tahun saya tempati, dikarenakan sudah jatuh tempo 5 tahun namun masih tersisa piutang maka saya bermaksud pinjam ke bank syariah tersebut untuk melunasi sesuai jatuh tempo, pihak bank melayani dengan akad murobahah, namun saya ragu keabsahannya dikarenakan tidak ada barang yang harus di beli dan tidak ada jasa yang harus dibayarkan ke pihak pekerja/ tukang, hanya murni ke pihak devoluper, praktek murobahahnya menurut bank bahwa pihak bank membeli rumahnya dari pihak developer kemudian saya sebagai pembeli ke pihak bank ( walaupun kepemilikan rumah tersebut terbagi dua, 77 % milik saya karena dah terlunasi 77% dan 23 % milik pihak devoluper) , maksudnya pihak bank membeli ke pihak developer 23% dari rumah yang belum terbayarkan, bagaimana dengan praktek murobahah dan jual beli model tersebut, apakah di benarkan secara syar' i ?



-- Abu Abdullah (Sampang)

Jawaban:

Assalaamu 'alaikum wrwb.

Praktek murabahah sebagaimana anda sebutkan dalam pertanhyaan anda tersebut, menurut kami adalah rekayasa hukum, karena dalam realitasnya tidak ada aktivitas yang membenarkan keabsahan dari akad murabahah

Dan oleh karenanya, menurut kami, itu murni aktivitas pinjam meminjam yang berpotensi menimbulkan riba yang diharamkan hukumnya

Demikian, semoga Allah berkenann untuk memberikan kemjudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA