Apakah Ada Kaitannya Sama Qadzaf

Lain-lain, 20 Mei 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb Ustadz, izin bertanya, zaman sekarang kan dalam kehidupan sehari2 kita dan hal ini pun memang sering terjadi misal orang berkata "Cie-cie udah ada pacar ya" atau "liat tuh orang jalan sama cewek" atau "dia udah punya pacar sama si "A" (misalkan ) pokoknya kalimat semisal seperti diatas, apalagi kalau di usia remaja kan pasti suka iseng ke teman2 mengatakan "cie suka sama si A ya " atau mungkin guru yang bercanda dengan muridnya. Yang mau saya tanyakan apakah kalau ber canda-canda dengan teman / saudara seperti itu ada kaitannya atau hubungannya dengan Qadzaf ? Tapi benar2 hanya sebagai candaan dan tidak serius mengatakannya & tidak ada niat aneh2 dalam diri selain hanya untuk bersanda gurau. Soalnya saya pun sering bercanda sama keluarga atau sama teman dan inipun memang hal yang biasa terjadi sekarang.

 

mohon jawabannya ustadz... Terimakasih sebelumnya... dan semoga website ini semakin berkembang dan bermanfaat untuk banyak orang 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

wassalamualaikum wr.wb



-- Hamba Allah (Tangerang Selatan)

Jawaban:

wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Qadzaf artinya tuduhan berbuat zina. Tuduhan yang bukan tuduhan zina tidak masuk qadzaf, seperti ungkapan-ungkapan yang anda contohkan diatas.

Meskipun bukan termasuk qadzaf sebaiknya dihindari agar tidak terpeleset pada qadzaf. Karena dosa qadzaf termasuk dosa besar. Allah swt berfirman:

 إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka mendapat laknat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka adzab yang besar.” (QS An-Nuur: 23)

Dan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 اِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوْا: وَمَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ.

“Jauhilah oleh kalian tujuh dosa besar yang menghancurkan (kalian).” Para Sahabat bertanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mensekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali mempunyai hak, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh berzina wanita mukminah yang tidak tahu menahu serta terjaga kehormatannya.”  (HR. Muttafaq alaihi)

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc