Mujahirin

Lain-lain, 29 Mei 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Pak Ustadz.

Jika ada orang menceritakan aib sendiri ke orang lain dikarenakan pada saat bercerita orang tersebut belum tahu kalau perbuatan tersebut tidak diperbolehkan padahal dia sudah tobat...

Terima kasih...



-- W.rahman (Magelang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Dosa mujahirin sangat besar. Dengan catatan, pelaku mujaharah mengetahui bahwa mujaharah atau menceritakan perbuatan dosa itu terlarang. Rasulullah saw bersabda:

 عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari)

Tetapi jika pelaku mujaharah itu tidak mengerti atau belum tahu bahwa hal itu terlarang. Maka kesalahannya itu dapat dimaafkan. Karena kesalahan yang dilakukan orang yang mengetahui dan tidak mengetahui berbeda. Allah berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ

Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS Az Zumar: 9)

Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc