Kebo Balik Kandang

Lain-lain, 5 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamilaikum saya mau bertanya saya sudah berpacaran sebut saja dengan mas je sudah bertahun tahun tapi ada satu pantangan dari keluarga mas je jadi ceritanya 

Nenek mas je lahir di desa L lalu menikah dengan orang desa M  dan sayaa juga berasal dari desa L yang tepatnya juga lahirnya neneknya

Jadi apakah boleh di teruskan apakah ada syarat yabg buat bisa meneruskan sampai dengan pernikahan

Weton saya dengan mas jee pun juga hasilnya jodoh 



-- Nadia Huta Galuh (Jawa Barat)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Allah yang menciptakan manusia. Dialah yang paling mengerti yang baik dan yang buruk untuk makhluknya, manusia. Allah menurunkan syariat dan mengutus para rasul untuk menjelaskan apa yang baik dan harus kerjakan manusia, dan apa yang buruk yang harus mereka tinggalkan, dan apa yang dihalalkan Allah dan apa yang dilarangNya, dan apa yang Allah diamkan . Rasulullah bersabda:

عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الخُشَنِيِّ جُرثُومِ بْنِ نَاشِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللهِ ﷺ قَالَ: «إِنَّ اللهَ فَرَضَ فَرَائِضَ فَلَا تُضَيِّعُوهَا، وَحَدَّ حُدُوْداً فَلَا تَعْتَدُوهَا وَحَرَّمَ أَشْيَاءَ فَلَا تَنْتَهِكُوهَا، وَسَكَتَ عَنْ أَشْيَاءَ رَحْمَةً لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلَا تَبْحَثُوا عَنْهَا» حِدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ الدَّارَقُطْنِيُّ وَغَيْرُهُ.

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyanni Jurtsum bin Nasyir radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan beberapa kewajiban maka janganlah engkau menyepelekannya, dan Dia telah menentukan batasan-batasan maka janganlah engkau melanggarnya, dan Dia telah pula mengharamkan beberapa hal maka janganlah engkau jatuh ke dalamnya. Dia juga mendiamkan beberapa hal–karena kasih sayangnya kepada kalian bukannya lupa–, maka janganlah engkau membahasnya.” ( HR. Ad-Daruquthni )

Hadits diatas menjelaskan kepada kita bahwa Allah telah membuat aturan dan batasan bagi manusia. Tidak boleh menyalahi aturanNya. Jika ada perkara yang tidak diatur oleh Allah dan didiamkan,maka hal itu disengaja oleh Allah, bukan karena lupa, agar menjadi rahmat dan kebaikan bagi manusia.

Terkait hukum adat yang dibuat oleh manusia harus kita sikapi dengan tepat. Jika hukum adat itu bertentangan dengan hukum Allah maka abaikan hukum adat itu. Seperti larangan seseorang menikahi wanita yang berasal dari daerah asal nenek, atau disebut dengan kebo balik kandang.

Hukum menikah dengan wanita yang berasal dari daerah asal nenek hukumnya mubah, halal, tidak terlarang. Jika ada larangan seperti itu maka hukum Allah harus didahulukan. swt Silahkan lanjutkan keinginan anda untuk menikah. Semoga Allah mempermudah dan memberkahi anda. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc