Janji Akan Menikahi Dengan Niat Awal Iseng

Pernikahan & Keluarga, 12 Juni 2022

Pertanyaan:

Bismillah,, Assalamu'alaikum,, saya menikah sudah hampir 16 th pd bulan november, beberapa bulan belakangan ini saya sprti diberi petunjuk oleh Allah untuk membuka mata saya thdp suami,, memang akhir² ini suami tingkah nya agak berbeda,, beliau sangat pintar untuk menyembunyikan sesuatu,, tp Allah lebih hebat lagi,, sampai akhirnya 2 hari menjelang lebaran saya meledakkan emosi saya,, seiring berjalannya waktu akhirnya suami bercerita dan terbuka tentang kejadian menjelang lebaran,, komunikasi dlm rumah tangga kami sangat baik,, kami saling terbuka,, sampai lah pada cerita yg membuat hati saya hancur lebur mendengar pengakuannya,, dimana beliau mempunyai janji untuk menikahi temannya, saat itu usia pernikahan kami baru 3 th,, selama 13 th beliau pendam, baru td malam diungkapkannya karena sudah tidak tahan menyimpan rahasia ini,, sebelum nya beliau sudah membayang bayangi saya untuk menikah lagi,, dia minta pendapat saya, keikhlasan saya dan berbagai hal. Posisi saya saat ini bagai simalaka, kalau tidak saya izin kan dia akan membohongi saya dan menikah diam² nantinya, karena keinginannya ingin menikahi temannya audah bilat rasanya, tp kendala di pekerjaan, yg tidak membolehkan ASN untuk menjadi istri ke 2, suami saya juga ASN tp beda kabupaten, kalau saya izin kan saya sudah beeniat kalau saya tidak akan pernah mau dimadu,, jd saat ini saya hanya berkata dibibir saja, sementara hati saya menjerit. Kalau tidak d izin kan dia akan mbohongi saya, kalau diizin kan hati saya lebih dan tidak bisa terima, saya mau minta saran, apakah yg sebaiknya saya lakukan, saya sudah berniat ingin pisah, karena percuma saja kalau saya lanjutkan pernikahan ini karena suami sudah mempunyai niat ingin menikah lagi walaupun ntah sampai kapan, tp yg jelas saat ini mereka tetap berhubungan via WA dan Video Call dan sekarang jd lebih leluasa tanpa harus takut ketahuan, karena yh suami saya tahu, saya tdk mempermasalahkan hubungannya, karena dia berjanji tdk akan mendekatkan diri ke zina,, sementara saya harus urut dada dan tetap menmpilkan wajah penuh senyum seolah² saya tidak apa² dengan tindakan mereka, Wassalam



-- Dian (Padang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kami merasakan kepedihan yang anda rasakan. Ibarat makan buah simalakama. Sebuah pilihan yang sulit diantara dua alternative. Memilih bertahan ataukah memilih berpisah.

Menanggapi rencana suami anda yang akan menikahi temannya, karena dia terlanjur berjanji untuk menikahinya dimasa lampau. Ada beberapa saran yang bisa kami sampaikan, antara lain:

  1. Suami anda ingin menikahi temannya dengan alasan dia pernah berjanji kepadanya untuk menikahinya. Apa alasan dia berjanji mau menikahinya?. Apakah itu alasan yang sesungguhnya atau ada alasan dan sebab yang lain?. Jika hanya karena janji, sementara dia sebenarnya tidak ingin menikahinya. Janji itu bisa dibatalkan jika dalam penunaian janji itu justru menyebabkan kemadharatan yang lebih besar. Tapi jika ada alasan lain, maka alasan itu yang harus digali dan jika sudah ketemu dicarikan solusi yang tepat untuk kebaikan anda dan suami.
  2. Jika anda masih ingin mempertahankan keluarga dan berharap tidak terjadi perceraian, lakukanlah musyarawarah. Libatkan keluarga besar dalam urusan ini. Agar mereka memberi pandangan yang objektif dan terbaik untuk keluarga anda. Atau anda bisa melibatkan pihak ketiga sebagai juru damai. Allah swt berfirman:

وَ اِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيْدَآ اِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا.

Artinya : “Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan, jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (An-Nisa’ ayat 35)

  1. Sabar juga bisa menjadi pilihan dalam mengahadapi masalah yang sedang anda hadapi. Karena sabar memiliki keutamaan. Antara lain: a. Sabar adalah sikap seorang mukmin ketika mengahadapi situasi yang tidak menyenangkan. Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ  إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya (HR. Muslim).

b. Masuk surga dan selamat dari api neraka.

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24)

 (yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), "Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian." Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS Arra’d: 23-24).

c. Allah swt mencintai orang sabar.

وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قَاتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ

Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar. (QS. Ali Imran:146).

d. Allah swt membersamai orang yang sabar

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al Baqarah:153)

Demikianlah yang bisa disampaikan, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc