Suami Pergi Saat Bertengkar

Pernikahan & Keluarga, 15 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum .. Ustadz saya adalah istri kedua dari suami saya. Kita menikah siri tanpa sepengetahuan istri pertama n tanpa diketahui pihak keluarga suami. Yang saya mau tanyakan bagaimana menyikapi suami yang selalu pergi berhari-hari bahkan seminggu lebih meninggalkan saya ketika bertengkar ? Ini sudah kesekian kalinya ( suami dirumah istri pertama ). Saya merasa suami semena2 karena merasa punya 2 tempat tanpa memikirkan saya disini. Saya masih punya hak sebagai istri karena biasanya dia selalu berbagi hari untuk saya dan istri pertamanya. fyi saya tidak tau rumah istri pertama dan rumah keluarganya. Suami bahkan tidak membuka komunikasi. Saya sudah mencoba telp atau chat..untuk mempertanyakan kenapa tapi dijawab singkat "gpp" n lebih memilih diam. Terbersit dihati apa suami menginginkan untuk pisah dengan saya , atau menunggu saya lelah lalu menyerah :(



-- Ily (Jakarta)

Jawaban:

alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Karakter orang dalam menghadapi benturan dan masalah itu berbeda-beda. Ada yang menghadapinya dan menyelesaikannya hingga tuntas saat itu juga, ada yang menghadapinya dengan mengabaikannya dan tidak mempedulikannya, berharap akan selesai masalah dengan bejalannya waktu, dan ada yang menghadapinya dengan menghindari masalah dan lari dari masalah tersebut. Akibatnya masalah akan menumpuk terus menerus dan tidak pernah selesai. Apalagi jika dia memiliki tempat pelarian dan perlindungan.

Mengahadapi suami anda yang suka melarikan diri dari pertengkaran, bisa jadi itu cara dia menghindari benturan yang lebih besar. Bisa jadi dia berfikir, lebih baik menghindar daripada terjadi masalah yang lebih besar, yaitu dia tidak bisa menahan kesabarannya, amarahnya tidak terkendali dan bertindak dengan tindakan yang membahayakan anda, seperti melakukan kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan atau dia tidak kuasa untuk menahan kalimat talak.

Kepergian suami anda ke isteri pertamanya bisa jadi itu cara yang dia ambil agar anda tidak mudah melakukan sesuatu yang menyebabkan terjadinya pertengkaran. Seakan dia mengirim pesan dengan sikapnya itu: ”kalau kamu nggak ingin aku pergi, kamu jangan bertengkar dengan aku… Jika kamu lakukan, akibatnya aku akan pergi ke isteri pertama dan aku abaikan kamu.. .”. dia tidak mengatakan itu semua secara langsung, tapi dia berharap anda memahami seperti yang dia bayangkan.

Sebaiknya anda lebih banyak menahan diri dari melakukan sesuatu yang memicu pertengkaran, karena pertengkaran hanya akan merugikan anda. dia tidak merasa rugi karena masih punya tempat berlabuh, yaitu rumah isteri pertamanya.

Jika anda mencurigai bahwa dia meninggalkan anda ketika terjadi pertengkaran, agar anda menyerah, maka hal itu hanya dugaan anda saja. Belum tentu benar. Agar semua jelas dan dugaan anda terbukti atau tidak, sebaiknya anda tanyakan langsung kepadanya, alasan dia meninggalkan anda ketika terjadi pertengkaran. jawaban dia bisa jadi acuan anda untuk bersikap selanjutnya. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc