Menikah Sama Desa Dengan Istri Angkel Saya

Pernikahan & Keluarga, 16 Juni 2022

Pertanyaan:

Apakah boleh jika saya menikah 1 desa denga istri angkel saya..?



-- Anjar (Surabaya)

Jawaban:

Wa alikum salam warahmatuhu.

Semua wanita  muslimah boleh dinikahi kecuali mahram, baik yang satu desa atau lain desa, Mahram itu ada tiga.

  1. Mahram karena nasab, ada 7 (Al Qur'an Surat Annisa :23):
    1. Ibu-ibumu;
    2. anak-anakmu yang perempuan;
    3. saudara-saudaramu yang perempuan;
    4. saudara-saudara ayahmu yang perempuan;
    5. saudara-saudara ibumu yang perempuan;
    6. anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki;
    7. anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan.
  1. Mahram karena Susuan.

Mahram sebab susuan ada tujuh golongan, sama seperti mahram sebab nasab atau keturunan. Rasulullah bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ :قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بِنْتِ حَمْزَةَ لَا تَحِلُّ لِي يَحْرُمُ مِنْ الرَّضَاعِ مَا يَحْرُمُ مِنْ النَّسَبِ هِيَ بِنْتُ أَخِي مِنْ الرَّضَاعَة

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang putri Hamzah: “Dia tidak halal bagiku, darah susuan mengharamkan seperti apa yang diharamkan oleh darah keturunan, dan dia adalah putri saudara sepersusuanku (Hamzah).” (HR. al-Bukhâri)

  1. Mahram karena pernikahan.

Mahram karena pernikahan ada enam :

  1. Mertua (QS. an-Nisa (4): 23)
  2. Menantu (QS. an-Nisa (4): 23)
  3. Dan anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri” (QS. an-Nisa (4): 23)
  4. Ibu tiri.(QS. an-Nisa (4): 22)
  5. Menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara” (QS. an-Nisa (4): 23)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menghimpunkan dalam perkawinan antara perempuan dengan bibinya dari pihak ibu, dan menghimpunkan antara perempuan dengan bibinya dari pihak ayah. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُجْمَعُ بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَعَمَّتِهَا وَلَا بَيْنَ الْمَرْأَةِ وَخَالَتِهَا

Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tidak boleh perempuan dihimpun dalam perkawinan antara saudara perempuan dari ayah atau ibunya.” [HR. Muslim]

  1. Wanita yang bersuami” (QS. an-Nisa (4): 24)

Selain wanita yang diharamkan dinikahi diatas,maka boleh dinikahi walaupun mereka tinggal satu desa dengan calon suami.

Jika adat yang melarang hal tersebut, maka ketentuan Allah lebih didahulukan daripada hukum adat buatan manusia. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc