Suami Selingkuh Selama 3 Tahun

Pernikahan & Keluarga, 16 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum warrahmatullahi wabaraktuh ustadz....

Sy seorang istri dng 2 orng anak, alhamdulillah sy telah hijrah bbrp thn blkngan mnjd muslimah yg taat tp suami sy tdk. dya sering menunda bahkan tdk solat, jarang mengkaji ilmu agama. singkatnya tgl 1 Juni kmaren sy membuka wa nya qodarullah sy liat wa dng nama perempuan yg intim sekali sperti orng pacaran. akhirnya stlh sy suruh bersumpah demi Allah d atas Al Quran akhirnya dya ngaku sdh 3 thn berhubungan dng istri orng via chat mesra, tlp, vc bahkan mengirimkan poto porno. krn memang suami sy sdh kecanduan porno dr dl, si perempuan sering mengirimkan poto2 pornonya pd suami sy walaupun suami sy blg tdk suka tp sy tdk percaya sm skali krn mrk selingkuh sdh 3 thn bahkan ketika qt liburan mrk tlp2an. sakiit hati sya ustad, suami berjanji tdk akan mengulangi, skr dya rajjn solat d mesjid, mengaji dll sy tdk tahu itu trik dya spy d maafkan ato memmang dya bertaubat krn ini sdh kedua kalinya dya begini. sy sdh tdk ada rasa lg tp sy ga tega sm anak2 sy ingin pisah suami tetep ingin sama2 lg. sy sdh tdk percaya dan slalu suudzun terus krn slma 3 thn dya selingkuh. Mohon bantuannya ustad, jazakallah khoiron 



-- Riliyana (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Setiap orang punya masa lalu. Masa lalu baik bisa berubah menjadi buruk. Masa lalu buruk bisa menjadi baik. Masa depan orang tidak ada yang tahu. Banyak orang tenggelam dalam kubangan jahiliah dalam waktu yang lama. Kemudian Allah berikan petunjuk, kemudian dia hijrah ke jalan hidayah Islam. Sementara ada orang yang selama hidupnya dalam ketaatan dan keshalihan tapi kemudian berakhir dengan kehidupan jahiliah. Allah pemilik hidayah, siapa yang Dia kehendaki mendapat hidayah, tidak akan bisa disesatkan. Siapa yang disesatkan, tidak akan mendapatkan petunjuk.

Anda marah dan jengkel dengan perilaku suami anda adalah wajar, tapi anda menolak percaya bahwa dia berubah untuk menjadi lebih baik adalah salah. Apalagi anda menduga bahwa yang dia lakukan itu hanya siasat belaka. Jangan menutup kemugkinan suami anda bisa berubah, hanya karena anda telah mengalami pengalaman buruk lebih sekali. Pengalaman buruk itu hendaknya dijadikan sikap untuk berhati-hati, tidak dijadikan alasan antipati.

Kita hanya berhak menghukumi seseorang dari lahirnya. Sementara hakekat dan batinnya di serahkan kepada Allah swt. Jika benar dikemudian hari terjadi lagi seperti yang anda takutkan, yakinlah bahwa itu telah dikehendaki Allah swt.

Rasulullah saw marah kepada sahabat Usamah bin Zaid yang membunuh orang yang telah mengucapkan laa ilaaha illa allah yang diduga dia mengucapkan kalimat itu hanya karena takut dibunuh.

« أَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَقَتَلْتَهُ ». قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّمَا قَالَهَا خَوْفًا مِنَ السِّلاَحِ. قَالَ « أَفَلاَ شَقَقْتَ عَنْ قَلْبِهِ حَتَّى تَعْلَمَ أَقَالَهَا أَمْ لاَ ». فَمَازَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَىَّ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنِّى أَسْلَمْتُ يَوْمَئِذٍ

“Bukankah ia telah mengucapkan laa ilaha illallah, mengapa engkau membunuhnya?” Saya menjawab, “Wahai Rasulullah, ia mengucapkan itu semata-mata karena takut dari senjata.” Beliau bersabda, “Mengapa engkau tidak belah saja hatinya hingga engkau dapat mengetahui, apakah ia mengucapkannya karena takut saja atau tidak?” Beliau mengulang-ngulang ucapan tersebut hingga aku berharap seandainya aku masuk Islam hari itu saja.” (HR. Muslim)

Berikan suami anda kesempatan untuk membuktikan bahwa dia telah bertaubat dan kembali ke jalan yang lurus. Lihat dan fokuslah pada sisi baik suami anda. Dia pasti memiliki kebaikan yang anda butuhkan. Jangan terlalu melihat sisi buruknya. Jika anda focus sisi buruknya maka akan Nampak banyak keburukannya. Sebaliknya jika anda focus melihat kebaikannya,maka akan tampak kebaikannya lebih banyak dari keburukannya. Dengan begitu akan lebih mudah bagi anda untuk memaafkan kesalahannya dan bisa mencintainya kembali.

Jangan bersikap seakan-akan hanya suami anda yang punya keburukan, sementara anda melupakan keburukan diri anda sendiri, yang bisa jadi menjadi sebab dia berpaling kepada perempuan lain. Jangan karena anda sudah hijrah, kemudian melihat suami dengan pandangan buruk. Ajaklah suami anda dengan hikmah dan bijaksana untuk sama-sama hijrah ke jalan lebih baik. dan syukurilah adanya perubahan walau anda meragukan niatnya.

Demikian yang bisa disampaikan. Wallahu a’lam bishowab.(as).



-- Amin Syukroni, Lc