Suami Pecandu Porno

Pernikahan & Keluarga, 17 Juni 2022

Pertanyaan:

Suami saya pecandu porno sejak kecil. Saya baru mengetahuinya di tahun kedua pernikahan. Saat ketahuan dia bersumpah tdk akan kembali melihat hal haram tsb. Tapi di belakang saya dia mengingkari hal tsb dan ttp melakukan kebiasaan nya. Saya juga menemukan aplikasi chat dengan para pekerja seks komersial. Dan saya mendapati dia mencoba menyewa jasa mereka meskipun saya tdk tau apakah dia telah benar2 berzina di blkg saya krn dia pandai menutupi dan berbohong. Di tahun ke 5 pernikahan kami membuat perjanjian perceraian. D8mana ketika dia kembali melakukan maksiat, makan jatuh lah talak. Tapi ternyata dia ttp melakukan naksiat dan mengingkari perjanjian perceraian tsb, dan menolak menceraikan saya. Apakah talak telah jatuh? saya sdh kehilangan kepercayaan dan rasa bahagia dlm rumah tangga ini. Bagaimana saya harus bersikap? 



-- Aisyah (Bogor)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Talak jika dikaitkan dengan sesuatu disebut ta’lik talak, yaitu talak jatuh ketika jika sesuatu yang dikaitkan dengan jatuhnya talak itu terjadi. Contoh: Seorang suami berkata “Jika saya nonton film porno lagi,maka jatuhlah talak”

Ta’lik talak merupakan janji.Dan menunaikan janji hukumnya wajib. Rasulullah saw bersabda: Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

“Tanda orang munafik itu ada tiga, (1) jika berbicara berdusta; (2) jika berjanji maka tidak menepati; dan (3) jika diberi amanah, dia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika suami anda telah berjanji dan dia mengingkari janjinya, maka anda boleh mengajukan gugatan cerai jika anda tidak lagi siap melanjutkan pernikahan itu. Tapi jika anda mau menerima suami anda dan rela serta sabar dengan perbuatannya, mintalah kepada suami anda untuk merujuk anda. baik merujuk dengan kata-kata atau perbuatan yang menunjukkan dia merujuk anda. Semoga dengan anda dan suami kembali bersatu dapat diperbaiki sikap suami anda. wallahu a’lam bishowab. (As)



-- Amin Syukroni, Lc