Rumah Tangga

Pernikahan & Keluarga, 19 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum, pak ustadz? Saya punya masalah rumah tangga. istri saya sering tidak mau melayani dalam hubungan suami istri. kalo pun mau kadang juga dengan sedikit memaksa dan dia nya juga tidak dg ikhlas. jd rasanya kurang puas. alasannya dia sdh nggk ada rasa dan nafsu utk itu.dia hanya ingin fokus mengurus satu2 nya anak kami. padahal istri tidak lagi sakit. sy juga selalu memberi nafkah  lebih dari cukup.dia selalu menyuruh sy utk kawin lagi.kejadiannya kurang lebih 4 bln ini.usia sy 43 th dan istri 38 thn.dia sering cuek dan mau ngajak ngobrol.klo tidur pinginnya pisah kamar. klo utk masak,cuci dan urusan lainnya masih mau.apa sy tetap hrs ngasih nafkah? Klo sy nikah lg apa sy hrs menceraikan dia dulu?klo sy nikah lg gmn urusan tentang harta kekayaan.



-- Zamudin (Subang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabaraktuhu.

Menananggapi pertanyaan yang anda sampaikan. Berikut beberapa hal yang bisa kami tanggapi.

  1. Isteri enggan melayani hubungan badan.

Anda sudah menjalani rumah tangga cukup lama dan alhamdulillah sudah dianugerahi anak. Tentu masalah hubungan suami isteri adalah bukan hal baru, hal yang biasa anda lakukan. Jika empat bulan terakhir dia enggan melakukan hubungan, tentu ada sebabnya. Apakah keinginan dia mengasuh anak adalah sebab satu-satunya yang membuat dia enggan melakukan hubungan badan? Cobalah perhatikan, peristiwa apa yang sekiranya bisa menjadi sebab keengganan itu. Adakah trauma tertentu yang membuat dia tidak bisa menikmati hubungan badan?. Jika anda bisa menemukan sebab keengganannya melakukan hubungan badan, hal itu akan memudahkan anda untuk memberikan terapi. Mintalah dia menyampaikan hal-hal yang menjadi sebab dia kehilangan selera berhubungan dengan anda.

Jika dibutuhkan tenaga ahli seperti psikolog, anda bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli untuk menurut anda dapatkan memberi solusi yang paling tepat dengan kondisi anda berdua.

  1. Terkait kewajiban nafkah, anda tetap wajib memberi nafkah, walaupun dia enggan melakukan hubungan badan dengan anda. Dia tidak mau melayani anda itu suatu kesalahan, tapi hal itu tidak menggugurkan kewajiban anda menafkahinya selama dia masih berstatus isteri anda. Jangan sampai kesalahan dibalas dengan kesalahan pula.
  2. Jika anda ingin poligami, anda tidak perlu menceraikan dia. Karena laki-laki boleh memiliki isteri sampai empat. Allah swt berfirman:

وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا “

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilama kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS An-Nisa : 3)

  1. Terkait harta kekayaan jika anda menikah lagi. Pernikahan anda tidak mengubah status harta kekayaan anda dan isteri pertama. Kekayaan anda tetap menjadi milik anda dan keyaan isteri pertama tetap menjadi milik dia. Adapun jika ada harta yang menjadi milik bersama isteri pertama, maka harta itu tetap menjadi milik bersama dia juga.

Jika anda menikah lagi maka harta anda pribadi tetap menjadi harta pribadi anda. Dengan menikah lagi/poligami anda wajib menafkahi dua isteri secara adil. Jika anda tidak bisa adil, maka hendaknya anda menikah dengan satu isteri saja.

Demikian yang bisa disampaikan,semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as) 



-- Amin Syukroni, Lc