Was Was

Aqidah, 25 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb ustadz

waktu itu dalam pikiran saya kayak bicara sendiri mengatakan " aliran ini sesat " terus terbayang seseorang dah seolah-olah saya menuduh orang itu sesat dan yang buat saya was2 saya saat itu sedang melakukan kegiatan dan karena adanya bisikan ini saya gak tau kenapa melakukan hal yg lagi saya lakukan sambil kayak marah2 dan membuat saya was-was menghina orang itu.

Tapi tidak 1 kata pun terucap di lisan saya pak ustadz, jadi saya tidak berdosa sama sekali kan ya pak ustadz? Lintasan semacam itu saya gak bisa kendalikan soalnya

 



-- Fahri (Tangerang Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Imam Nawawi dalam bu Al Adzkar mengatakan lintasan2 hati :

فأما الخواطر، وحديث النفس، إذا لم يستقر ويستمر عليه صاحبه فمعفو عنه باتفاق العلماء، لانه لا اختيار له في وقوعه، ولا طريق له إلى الانفكاك عنه وهذا هو المراد بما ثبت في الصحيح عن رسول الله (صلى الله عليه وسلم) أنه قال: إن الله تجاوز لامتي ما حدثت به أنفسها ما لم تتكلم به أو تعمل.

“Adapun angan-angan yang lewat di benak seseorang dan bisikan di dalam hati bila tidak tetap atau tidak ditetapkan oleh yang bersangkutan maka itu dimaaf berdasarkan kesepakatan ulama. Pasalnya, lalu lalang angan-angan (khawatir) itu bukan pilihan kita. Tiada jalan untuk melepaskan diri. Ini yang dimaksud dalam sabda Rasulullah SAW, ‘Sungguh, Allah memaafkan umatku atas ucapan yang terbersit di dalam dirinya selagi tidak diutarakan atau diamalkan,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar)

Tetapi apa yang anda telah lakukan dengan menuduh yang tidak baik, meskipun itu hanya dalam fikiran saja adalah perbuatan buruk yang berpotensi masuknya bisikan setan yang salah senjata ampuhnya untuk menyesatkan kita dengan melahirkan penyakit was was

Dan karena itu, seyogyanya menyesali pernuatan anda tersebut, berjanji untuk mengulanhi dan banyak beristiughfar kepada serta memohon hidayah dan bimbinganNya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemufdahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA