Istri Tidak Suka Dicemburui Suami

Pernikahan & Keluarga, 27 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustad/ ustadzah....

Pernikahan kami sudah berjalan 16 tahun dan memiliki anak 2 orang, saya selaku suami tidak menyukai istri terlalu sering bersama rekan kerjanya (lawan jenis) diluar urusan pekerjaan walaupun ada teman perempuan yang lain, dan saya menyampaikan hal itu ke istri namun istri marah, saya cemburu karena hubungan suami istri saya selalu berantem disaat saya meminta nya, jadi dengan kejadian seperti itu istri nya tidak pulang kerumah karena saya marah, karena dalam keadaan masih emosi saya antarkan baju istri dan anak2 kerumah kakak ipar, dan tidak ada keinginan istri untuk pulang dgn berasumsi bahwa saya sudah mengusirnya. Yang mau saya tanyakan apakah salah saya mencemburui rekan kerja nya? Dan apakah yang harus saya perbuatan dgn sikap istri seperti itu.

Saya sudah mengingatkan istri bahwa haram bagi seorg istri meninggalkan suami dan rumah nya.

Saya mohon diberikan masukan atas kejadian ini.

 

 

Wasssalam

 



-- Syafrinal (Kota Pekanbaru)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Wajar dan sudah seharusnya seorang suami cemburu jika melihat isterinya bersama laki-laki lain. Cemburu itu bukti cinta dan perhatian. Islam mengancam laki-laki yang tidak memiliki rasa cemburu. Rasulullah bersabda:

ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالْدَّيُّوثُ الَّذِى يُقِرُّ فِى أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Ada tiga orang yang Allah haramkan masuk surga yaitu: pecandu khamar, orang yang durhaka pada orang tua, dan orang yang tidak memiliki sifat cemburu yang menyetujui perkara keji pada keluarganya.” (HR. Ahmad )

Kecemburuan  anda tidak diterima oleh isteri anda. Tentu ada sebabnya. Apakah anda dianggap terlalu berlebihan ataukah dia yang tidak menjaga pergaulan karena tidak mengerti adab pergaulan dalam Islam? Semua sebab ada solusinya. Menemukan sebab yang tepat akan memudahkan cara meluruskannya.

Ada satu hal yang harus anda instrospeksi dan renungkan. Ketika anda mengijinkan isteri bekerja, maka anda harus tahu bahwa pergaulan atau komunikasi dengan lawan jenis pasti terjadi karena tuntutan pekerjaan. Jika anda tidak mau terjadi resiko seperti itu, anda harus mau melarang isteri anda bekerja di luar rumah.

Jika anda ingin menasehati isteri anda dan ingin meluruskan perilaku menyimpangnya. Sadarilah bahwa wanita itu ibarat tulang rusuk. Jika anda bersikap kasar dan keras kepadanya maka dia akan semakin rusak dan menjadi-jadi. Tapi jika terlalu lembek, dia akan tetap bengkok dan tidak berubah perilakunya. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ، فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ”

Artinya: “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda: "Berwasiatlah (dalam kebaikan) pada wanita, karena wanita diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah pangkalnya. Jika kamu coba meluruskan tulang rusuk yang bengkok itu, maka dia bisa patah. Namun bila kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Untuk itu nasihatilah para wanita". (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka luruskan wanita dengan ketegasan sikap bukan dengan kekerasan tindakan. Tegas bisa dilakukan dengan kelembutan sikap dan tutur kata. Karena tegas adalah sikap, bukan kata-kata dan tindakan . wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc