Buka Aib Sendiri

Lain-lain, 27 Juni 2022

Pertanyaan:

Bagaimana  ustadz bila aib kita sudah terlanjur  kita bicarakan  pada kawan 



-- Angga Dwi Setiawan (Medan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Apa aib yang anda bicarakan kepada teman anda itu? apakah “aib” yang anda maksud adalah kekurangan anda secara fisik anda? Jika hal itu yang anda maksud. Maka tidak dosa bagi anda. Ataukah yang anda maksud dengan “aib” disini adalah perbuatan maksiat dan dosa yang pernah anda lakukan, yang tidak diketahui oleh teman anda, kemudian anda ceritkana kepadanya, seperti mencuri, meninggalkan shalat, dan lain-lain ?

Jika yang anda maksud dengan “aib” itu adalah perilaku maksiat dan perilaku melanggar hukum lainnya yang pernah anda lakukan pada masa lalu, kemudian anda ceritakan dan bicarakan kepada kawan anda, maka hukum asalnya adalah haram jika tujuannya untuk memamerkan kemaksiatan. Pelakunya berdosa dan wajib istighfar dan bertaubat kepada Allah. Rasulullah saw bersabda:

 عن سالم بن عبد اللّه قال: سمعت أبا هريرة يقول سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم- يقول: كلّ أمّتي معافى إلّا المجاهرين، وإنّ من المجاهرة أن يعمل الرّجل باللّيل عملا، ثمّ يصبح وقد ستره اللّه فيقول: يا فلان عملت البارحة كذا وكذا، وقد بات يستره ربّه، ويصبح يكشف ستر اللّه عنه

Dari Salim bin Abdullah, dia berkata, Aku mendengar Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu bercerita bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut.” (HR. Bukhari)

Tetapi jika tujuannya bukan pamer kemaksiatan,tapi tujuannya adalah untuk memberi ibrah dan pelajaran kepada kawan anda,agar dia tidak melakukan kemasiatan yang sama dengan yang anda lakukan. Maka membicarakan aib diri sendiri seperti ini diperbolehkan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc