Pembagian Waris Atas Harta Waris Paman Yang Tidak Punya Keturunan

Waris, 29 Juni 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Bpk Pengasuh Yth.

Saya mempunyai paman (adik bapak saya) yg meninggal beberapa tahun lalu. Paman tidak mempunyai istri, anak dan juga orangtua. Alm paman punya 5 saudara yaitu 3 laki2 dan 2 perempuan yg semuanya telah meninggal lebih dulu, sehingga ahli waris yg ada hanya keponakan dan anaknya keponakan. Untuk jelasnya saya gambarkan sbb:

Alm paman(M) punya saudara kandung laki2 A,B,C dan saudara kandung perempuan D dan E. 

A mempunyai 2 anak laki2 dan 3 anak perempuan,

B punya 2 anak laki2 yaitu F dan G(semua sdh meninggal) dan 2 anak perempuan H dan I( I sudah meninggal). G punya satu anak laki2, H punya 2 anak laki2 dan 2 anak perempuan, I punya satu anak perempuan.

C punya istri, tidak punya anak,

D dan E keduanya masing2 mempunyai anak laki2 dan perempuan.

Pertanyaan:

1. Dari keterangan tersebut siapa saja ahli waris yg berhak menerima warisan?, perlu ditambahkan bahwa jumlah keponakan semuanya 23 orang (laki2 dan perempuan), dimana 4 orang sudah meninggal

2. Bagaimana pembagian waris atas harta peninggalan alm paman saya(M) tersebut, misalnya nilai harta waris 100juta

3. Dari beberapa literatur yang pernah saya baca, bahwa salah satu ahli waris dari kelompok laki2 adalah  Anak laki2 dari saudara kandung laki2 atau keponakan laki2(ahli waris ashabah), sedangkan Anak2 dari saudara kandung perempuan tidak termasuk ahli waris, tetapi masuk dzawil arham. Benarkah demikian?

4. Salah satu keponakan laki2 alm di atas, yaitu G sudah meninggal dan mempunyai satu anak  laki2,  apakah anak laki2nya alm G berhak menerima warisan?

5.Dalam KHI ada istilah ahli waris pengganti, dari keterangan di atas siapa yg berhak jadi ahli waris pengganti, dan bgmana pembagian warisnya?

6. Dengan adanya ahli waris pengganti, apakah kaidah tentang adanya dzawil furud, dzawi asobah, dzawil arham dan istilah penghalang (Al Hajib)  tetap berlaku?

7. Dalam pembagian waris, mana yang harus dipakai, ketentuan waris islam seperti  dijelaskan ulama2 terdahulu atau mengikuti ketentuan dalam KHI, karena bisa jadi hasilnya berbeda.

Demikian, terima kasih atas jawaban dan penjelasannya,

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Iriyanto, Semarang



-- Iriyanto (Kota Semarang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Sebagai seorang muslim tentunya kita terikat untuk mengikuti hukum Islam (Al Qur'an Surat ayat: 208), termasuk hukum waris. Dan bahkan Allah dalam firmanNYa dalam suroh ke-4 (An Nisa') ayat ke-14, menyebutkan ancaman yang sangat keras bagi mereka yang meninggalkan hukum waris

Dan dalam kasus yang anda sebutkan, maka menurut hukum waris Islam, ahli waris yang berhak untuk menerima harta warisan paman anda almarum hanyalah keponakan laki2 dari saudara laki-laki yang masih hidup disaat paman anda meninggal, harta warisan tersebut dibagi secara merata.

Adapun keponakan perempuan dari saudara laki dan juga keponakan laki-laki dan perempuan dari saudara perempuan bukanlah ahli waris dari paman anda

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA