Talak

Fiqih Muamalah, 4 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustadz, ada yg ingin sy tanyakan saya dan  suami termasuk orang yg minim ilmu agama, Alhamdulillah dlm 2 th ini kami sdh jauh lbh baik dlm hal keagamaan. Begini, dulu kami pernah cekcok dan suami menyatakan ingin pisah dari saya lewat telpon bahkan sdh pamit ke kakak sy dan menyatakan ke orangtua nya. Waktu itu saya pikir dia tidak serius dan cm emosi sesaat. karena slm di rumah kami diam tanpa komunikasi apapun dan suami pindah ke kamar tamu selama seminggu atau lebih sy lupa . seminggu kemudian atau lebih(sy lupa) saya mengajak baikan dia tidak mau, dan ttp ingin pisah. Lalu karena sy tidak percaya saya tanya lagi.   

Saya:" kamu benar2 tidak bisa memaafkan aku"?

Suami:" aku bosan kamu tidak menghargai aku"(sambil main hp tanpa melihat ke arah saya)

Saya: "jadi kita beneran mau cerai pa?"

Suami: (cuek dan ttp main hp)

Saya: kl kamu benar2 serius ingin cerai, aku tanya dan tolong katakan sekali lagi" kamu dan aku cerai"( di sini saya tanya karena sy masih tdk percaya, slm ini suami sy sabar orgnya)

Suami: " ya kamu dan aku cerai" 

Barulah sy percaya dan sy pasrah,bbrp hari kemudian kami rujuk.

Pertanyaannya, apakah talak nya jatuh 2 kali pak ustadz.?

Rentang waktu antara telpon dan pernyataannya di rumah saya lupa antara 1 minggu atau 2 minggu atau lebih tp insyaallah tdk sampai 1 bln.saya jg lupa apakah waktu itu sy sedang haid atau tidak. Jadi yg sy ingat jumlah waktunya antara bertengkar- talak- rujuk totalnya sekitar 1,5 bln. Patokan saya sekitar 1,5 bln tsb hubungan kami tidak baik dan tdk berhungan suami istri. Mohon jawabannya pak ustadz trm kasih wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

 



-- Dian (Malang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak itu adalah hak suami, maka ketika suami mengatakan kepada istrinya yang sah: kamu saya talak, maka jatuhlah talak dihitung semenjak suami tersebut mengatakan talak

Dari penjelasan anda, kami menyimpulkan bahwa talak sudah pernah terjadi dan hitungannya talak 1 (satu) dan bukan talak 2 (dua), karena yang lewat telpon itu suami hanya ingin pisah dan belum menyatakan talak.

Dan ketika terjadi talak satu, maka istri menjalankan masa iddah selama 3 kali suci, dan dalam masa iddah itu ketika terjadi ruju', maka sudah sah rujuk dengan tanpa harus menjalankan akad nikah ulang

Sehingga berdasarkan apa yang anda jelaskan, saat ini kalian berdua adalah sah sebagai suami istri, dengan catatan pernah terjadi talak 1

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA