Ragu Talak

Fiqih Muamalah, 5 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum

Ustad dulu ketika ada perdebatan/masalah sama istri ketika sudah selesai perdebatan.

Suami masih memikirkan perdebatan tadi tiba tiba suami kaya keceplosan ( disini juga masih ragu apa sudah terucap atau masih ada di lintasan hati) 

mengucapkan (saya juga ragu mana yang keceplosan)

1 . Terus mau kamu apa? nianya kaya nantangin/mengancam

2. Terserah kamu ..

dari dua kata keceplosan itu saya yakin yang pertama "terus mau kamu apa" karena itu yang saya ingat dan di lintasan hati. 

pertanyaanya ustad karena saya sangat was was dan menganggu hidup

1. Apa dampak hukum nya ustad 

2. Khusus pernyataan yang ke dua "terserah kamu" apakah bisa di katakan memberikan hak cerai ke istri .sedangkan waktu itu saya belum paham tentang itu (meskipun saya yakin bukan yang ini aku ucapakan pas keceplosan)

3. Apa yang harus saya lakukan ustad.bolehkan saya mengambil pendapat yang yakin dan tinggalkan yang ragu.karena jujur ustad saya lebih yakin yang pertama "terus mau kamu apa".

Dalam hal ini istripun tidak mendengar karena tidur dan saya pun tidak mendengar secara jelas dan yakin karena kaya cuman keceplosan.

4.ustad apabila saya sudah bertanya dan di jawab oleh ustad yang paham ilmu.y ang saya lakukan adah percaya dan yakin. membuang jauh jauh was was keraguan untuj mencari2/ memikirkan jawaban lainya.adakah dalilnya biar saya yakin

ustad saya ucapkan terimakasih banyak.

 

 



-- Hamba Allah (Tangerang)

Jawaban:

Wa'alaikumusssalaam wrwb.

Talak atau cerai itu adalah hak suami, istri tidak mempunyai hak untuk menceraikan suaminya. Dan talak itu akan sah secara hukum, kalau suami mengatakan kepada istrinya yang sah dengan kata-kata yang pasti yaitu talak atau cerai dan ucapan talak atau cerai suami tersebut didengar oleh istrinya, hal tersebut harus atas dasar keyakinan dan tidak cukup kalau hanya sekedar praduga atau ragu ragu

Dan benar, apabila suami menyerahkan hak cerainya kepada istri dengan mengatakan kepada istrinya: terserah kamu, kemudian istri menerimanya dan mengatakan kepada suaminya, kalau begitu kita cerai, maka jatuhlah hukum cerai, tetapi kalau istri tidak mengambil haknya dengan berlaku diam saja, maka tidak jatuh hukum cerai

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudfahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshwaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb,



-- Agung Cahyadi, MA