Memanggil Cabe-cabean

Lain-lain, 7 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb Ustadz

Zaman sekarang kan sering mungkin kita mendegar istilah " cabe cabean " yang mungkin awalnya kita mengira kalau cabe cabean ini itu adalah cewek kampung atau alay gitulah. Cuma ternyata kan cabe cabean artinya ada hubungan sama qadzaf.

Jadi kalau orang misal ngomong " idih cabe cabean " dan kalimat semisal apakah itu qadzaf Ustadz? Tapi yang dimaksud ketika ngomong cabe cabean itu adalah seperti bilang cewek kampung atau alay gitulah bukannya mengatakan kalau misalkan seseorang adalah pezina atau apapun itu, dan saat mengatakannya pun juga cuma bercanda saja dan tidak serius karena kan kata Pak Ustadz kalau cuma bercanda itu tidak termasuk qadzaf.

Jadi bagaimana Pak Ustadz? mohon jawabannya

Wassalamualaikum wr.wb



-- Hamba Allah (Tangerang Selatan)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarkatuhu.

Sebelum menjawab pertanyaan yang anda sampaikan. Kami nukilkan penjelasa dari kata “cabe-cabean”. Cabe-cabean adalah istilah untuk seorang gadis belia yang umurnya masih berada di tingkat SMP ataupun SMA. Gadis-gadis dengan perawakan seksi itu identik dengan keluyuran malam hari, dunia balap liar dan tempat hiburan malam. (https://news.detik.com/berita/d-2440893/mengenal-istilah-cabe-cabean-di-ibu-kota-jakarta.)

Cabe-cabean adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gadis remaja yang mulai merintis bisnis prostitusi. Awalnya, istilah ini sebutan untuk perempuan remaja yang menjadi bahan taruhan di arena balap liar. "Cabe" balapan yang sudah sering berhubungan seksual memilih untuk menjual dirinya. (https://id.wikipedia.org/wiki/Cabe-cabean)

Itulah beberapa penjelasan tentang maksud dari istilah cabe-cabean. Dari dua sumber yang berbeda. Dari penjelasan itu, ternyata makna dan maksud dari cabe-cabean beragam,tidak sama. Belum ada penjelasan yang baku.

Terkait dengan pertanyaan yang anda sampaikan, dapat kami sampaikan: Jika anda mengucapkan suatu kalimat atau istilah yang ternyata memiliki makna yang tidak sama dengan yang anda fahami, maka yang menjadi pegangan adalah makna yang anda fahami. Bukan makna yang sebenarnya atau yang difahami orang lain. Makna dan maksud suatu lafadz tergantung niat yang mengucapkannya. Maksud lafazh itu tergantung pada niat orang yang mengatakannya.

Karena itu jika anda bermaksud dengan kata”cabe-cabean” adalah  cewek kampung atau alay. Bukan perempuan pezina,maka kata-kata anda tidak termasuk qadzaf.  Apalagi jika tidak ada niat dari anda untuk mengatakan teman anda sebagai pezina.  Niat dan maksud seseorang menentukan hukum perkataan dan perbuatannya. Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, mkaa hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907).

Demikian yang isa disampaikan . wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc