Terbesik Pikiran

Aqidah, 7 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr.wb ustadz...

Saya kan lagi konsultasi sama Ustadz gitu nulis “ yang dimaksud cabe cabean itu seperti cewek kampun atau alay atau kek norak gitu lah “ kurang lebih begitu. 

Nah abis itu malah hati saya kayak bilang saya ngatain salah 1 temen ibu saya karena saya kek ngomong cabe cabean itu seperti cewek norak gitulah. Padahal kan saya cuma lagi konsultasi bertanya kepada Ustadz dan tidak ada niat dan tidak terbayangkan sebelumnya akan teman ibu saya ini. Setelah itu juga saya teringat pernah melihat perempuan terus karena saya sebelumnya bilang cewek norak saya jadi was-was malah bilang ngatain dia, padahal saya gak nulis apapun dan tidak berbicara apapun, pikiran itu muncul saja tiba-tiba dalam benak saya dan saat pikiran ini muncul antara sadar atau tidak sadar. 

Jadi apakah ini hanya was-was saja atau saya telah melakukan qadzaf? Mohon jawabannya Ustadz... saya hanya bertanya saja bukan mau ngatain siapapun Demi Allah dan saya sekarang ketakutan



-- Fahri (Tangerang Selatan)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Bisikan bisikan hati untuk melakukan hal hal yang dilarang dalam Islam, itu adalah was was yang bisa menjadi senjata setan yang sangat ampuh untuk menjauhkan seseorang dari ajaran agamanya.

Dan apabila yang seperti itu terjadi, maka in syaa Allah tidak menimbulkan hukum dosa, tetapi hendaknya segera diperangi agar bisa menghindarinya

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إن الله تجاوز لي عن أمتي ما وسوست به صدورها ما لم تعمل أو تكلّم

Sesungguhnya, karena aku-lah Allah memaafkan umatku dari waswas (bisikan) dalam hati mereka, selama mereka tidak melakukan atau mengucapkannya” 

Ibnu Hajar Rahimahullah menjelaskan bahwa waswasah (waswas) adalah kebimbangan dalam hati yang tidak menetap dan tidak bersemayam dalam hati.

Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa waswas atau bisikan hati seseorang yang tidak menetap di hati dan justru hatinya membencinya dan menolaknya, maka waswas seperti itu tidak akan menyebabkan orang tersebut disiksa. Hal ini karena Allah Ta’ala memaafkannya selama dia tidak mengucapkannya (seperti dengan membicarakan aib orang tanpa alasan yang dibenarkan, ucapan adu domba, dusta, menuduh dan penyakit lisan lainnya), atau selama tidak melakukannya dengan melakukan bisikan buruk dalam hatinya (seperti dengan menuduh, zina, membunuh, minum-minuman yang memabukkan, dan amalan maksiat lainnya).

Ini adalah karunia Allah Ta’ala yang luas dan untuk meringankan hamba-hamba-Nya.

Oleh karena itu, hendaklah orang yang mendapatkan bisikan tersebut tidak menghiraukannya, tidak condong kepadanya, tidak memikirkannya, dan hendaklah segera mengusir dari dalam hatinya.

Janganlah dia meyakini bahwa dengan waswas yang terdapat dalam hatinya itu, maka dia menjadi berdosa. Bahkan hendaklah dia membencinya dan berusaha keras untuk menghilangkannya dengan berhenti dari memikirkannya serta bertaubat, berdoa, berzikir, istigfar, dan banyak membaca Al quran Alkarim serta kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan memohon kepada Allah dengan sungguh sungguh agar Allah berkenan untuk memberikan taufiq dalam menghilangkan was was tersebut,

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA