Rumah Tangga

Lain-lain, 12 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum saya ingin bertanya, mohon maaf sebelumnya apabila suami istri berhubungan intim tetapi sang istri tidak merasa lega dan suami sudah mencapainya apakah boleh si istri melakukan masturbasi dengan tangan sendiri tetapi dibantu perangsangan oleh suami? mohon kejelasannya terima kasih



-- Zahra (Malang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Menjaga kemaluan bagi seorang muslim hukumnya wajib. Mendekati zina hukumnya haram. Allah swt berfirman:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حافِظُونَ

Artinya: Dan mereka yang menjaga kemaluan mereka.(QS. Al Mukminun:5)

Dan firman Allah swt.

وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّىٰ يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Artinya: Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya (Qs. An-Nur:33)

Terkait dengan haramnya mendekati zina, Allah swt berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra:32)

Berdasarkan ayat-ayat diatas para ulama mengharamkan perbuatan masturbasi dan zina, bagian dari menjaga kehormatan. Itulah hukum asal masturbasi.

Hukum asal itu bisa berubah dalam kondisi darurat. Yaitu jika tidak dilakukan masturbasi maka akan berdampak pada terjatuhnya pada dosa yang lebih besar dan lebih nyata. Seperti perzinaan dan perselingkuhan.

Masturbasi yang dilakukan karena kedaruratan, hanya boleh dibolehkan sebatas memenuhi kebutuhan saja. Bukan sesuai keinginan dan untuk memuaskah hawa nafsu saja. Jika sudah terpenuhi kebutuhannya, maka tidak boleh diteruskan terus menerus. Seperti diperbolehkannya makan babi, jika tidak ada yang bisa dimakan untuk menyambung hidupnya, maka tidak boleh lebih dari kebutuhan. Seperti dibolehkannya makan daging babi bagi orang yang mengalami kondisi darurat, dimana tidak ada yang bisa dimakan untuk menyambung hidup kecuali daging babi. Jumlah yang diperbolehkan untuk dimakan hanyalah sebanyak yang dibutuhkan untuk menyambung hidup saja, bukan sekenyang-kenyangnya. Karena hal itu sudah melebihi kebutuhan untuk menyambung hidup.

Diantara ulama yang memperbolehkan wanita melakukan masturbasi dalam keadaan darurat adalah Ibn Taimiyah. Dalam kitab Majmu’ Fatawa, ia berfatwa;

يرى ابن تيمية أن الأصل في العادة السرية هو التحريم ويجب التوبة عنها، ولكنه روى عن بعض الصحابة والتابعين اعتقادهم في اباحتها للضرورة ,مثل خشية الزنا

Artinya: Ibn Taimiyah meriwayatkan bahwa hukum asal dari kebiasaan rahasia (baca: masturbasi) adalah haram. Dan seseorang wajib taubat ketika melakukannya. Akan tetapi diriwayatakan sebagian sahabat, dan tabi’in boleh melakukan masturbasi. Kebolehan melakukan masturbasi itu karena darurat, misalnya: takut zina.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc