Konsultasi

Fiqih Muamalah, 17 Juli 2022

Pertanyaan:

Bismillah Assalammualaikum

Admin saya ingin bertanya, Ini terkait hubungan berumah tangga.

Kondisinya begini. Saya sudah menikah selama setahun ini. Kemudian adik laki² sy jg telah memiliki calon istri akan tetapi calonnya ini memiliki karakter yg tidak baik dan sering menjelekkan² istri sy kpd adik perempuan saya dan tentunya kpd adik laki² saya ini. Sehingga muncullah ketidaknyamanan pd diri istri saya ini dan sering membuat dia bersedih dan bahkan menangis. Saya pun ingin sekali meminta agar calon adik saya ini utk tidak berbuat demikian lagi karena ia akan menjadi anggota keluarga namun ia tidak ada niatan utk memperbaiki. Sehingganya istri saya merasa tidak dihargai di keluarga saya atas hasutan calon adik saya ini.

Dan saya pun sempat berkata bgni admin kpd istri saya. 

"Mgkn masalah ini akan selesai jika kita tdk lagi bersama, dan kamu tidak ada lagi hubungan dengan orangtuaku. Tapi saya tidak ada pernah memiliki niat untuk melakukan dan membiarkan hal tersebut terjadi".

Yang ingin saya tanyakan, apakah kalimat saya ini termasuk talak atau tidak akhi admin ??

Trm ksh

Jazakallahu khairan

 

Wassalammualaikum



-- Johny (Padang)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Talak atau cerai itu memang hak mutlak suami, tetapi talak baru akan pasti jatuh hukumnya, kalau lafadz yang diucapkan oleh seorang suami kepada istrinya yang sah adalah lafadz yang sharih/pasti, seperti: "kamu saya cerai atau kamu saya talak", Dan apabila yang seperti terjadi, maka jatuhlah "talak atau cerai", dihitung sejak lafadz tersebut diucapkan oleh seorang suami dan ditujukan kepada istrinya

Tetapi bila kalimat yang diucapkan seorang suami kepada istri, sebagaimana yang ada sebutkan, yaitu : "Mungkin masalah ini akan selesai jika kita tdk lagi bersama, dan kamu tidak ada lagi hubungan dengan orangtuaku. Tapi saya tidak ada pernah memiliki niat untuk melakukan dan membiarkan hal tersebut terjadi", maka tidak jatuh talak, sehingga hal anda lakukan, maka tidak ada talak, yang berarti anda dan istri masih berstatus sebagai suami dan sitri yang sah

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA