Was Was

Fiqih Muamalah, 17 Juli 2022

Pertanyaan:

pak ustad saya mau bertanya ..

Saya memiliki penyakit was was seperti ada yang memaksa untuk mengucapkan kalimat lapadz sharih padahal saya sma sekali tidak ingin mengucapkan nya, karna sudah beberapa bulan ini entah mengapa kalimat lapadz sharih slalu ada di pikiran sya..

Bagaimana hukumnya kalau sampai terucap dengan tidak sengaja tetapi istri tidak mendengarnya..

Di luar dri was was apakah bisa di anggap hukum juga jika misalkan ada suami mengucapkan kalimat lapadz sharih tpi tidak terdengar oleh istrinya meskipun istrinya berada di sampingnya..

Mohon jawaban nya pak ustad

Terimakasih ..



-- Rudi (Bandung)

Jawaban:

Assalaamum 'alaikum wrwb.

Was was dan bisikan bisikan hati dan fikiran itu tidak menimbulkan apa apa, Imam Nawawi dalam bu Al Adzkar mengatakan lintasan2 hati :

فأما الخواطر، وحديث النفس، إذا لم يستقر ويستمر عليه صاحبه فمعفو عنه باتفاق العلماء، لانه لا اختيار له في وقوعه، ولا طريق له إلى الانفكاك عنه وهذا هو المراد بما ثبت في الصحيح عن رسول الله (صلى الله عليه وسلم) أنه قال: إن الله تجاوز لامتي ما حدثت به أنفسها ما لم تتكلم به أو تعمل.

“Adapun angan-angan yang lewat di benak seseorang dan bisikan di dalam hati bila tidak tetap atau tidak ditetapkan oleh yang bersangkutan maka itu dimaafkan berdasarkan kesepakatan ulama. Pasalnya, lalu lalang angan-angan (khawatir) itu bukan pilihan kita. Tiada jalan untuk melepaskan diri. Ini yang dimaksud dalam sabda Rasulullah SAW, ‘Sungguh, Allah memaafkan umatku atas ucapan yang terbersit di dalam dirinya selagi tidak diutarakan atau diamalkan,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar)

Dan apabila was was atau bisikan hati itu diucapkan dengan lisan yang bentuknya adalah kalimat talak sharih/jelas dan ucapan tersebut didengar oleh istri, maka jatuhlah hukum talak, dihitung sejak ucapan suami tersebut didengar oleh istri, tetapi kalau ucapan dengan kalimat sharih suami tersebut tidak didengar oleh istri, maka tidak menimbulkan hukum  cerai, meskipun istri berada disamping suami yang mengucapkan kalimat sharih tersebut.

Demikian, semoga Allah berkanan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA