Pendapat

Pernikahan & Keluarga, 23 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalammualaikum,

Ustad boleh kah mengambil pendapat tentang pengucapan kalimat lafadz sharih harus di saksikan oleh dua orang saksi seperti yang di jelaskan oleh: Prof. Dh. H. Ahmad Zahro, Ma di akun youtub nya beliau 

Bagaimana hukumnya apakah di perbolehkan  .. 

Terimakasih 

-Rudi- (Bandung)



-- Rudi (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Pendapat yang disampaikan Prof. Dr. Ahmad Zahro adalah salah satu pendapat dari perbedaan pendapat para ulama yang ada pada masalah talak. Mereka berbeda pendapat dalam masalah adanya saksi untuk sahnya talak. Sebagian ulama mengatakan wajibnya adanya dua saksi talak. dan sebagian besar yang lain mengatakan tidak wajib adanya saksi dalam talak.

Mereka yang bependapat adanya wajib saksi berdalil dengan firman Allah swt:

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا

 

Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Atthalaq:2).

Adapun ulama yang tidak mewajibkan adanya dua saksi dalam talak mengatakan, bahwa talak itu hak suami. Sehingga sahnya talak tidak tergantung pada adanya dua saksi.

Jika anda ingin mengambil pendapat salah satu pendapat dari sekian pendapat yang ada. Hendaknya anda pastikan bahwa anda memilih pendapat itu bukan karena hawa nafsu, tetapi karena kebenaran yang anda yakini sesuai dengan dalil yang ada. Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc