Suami Berkomunikasi Dengan Teman Wanita Nya

Pernikahan & Keluarga, 25 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum wr.wb 

Saya mau meminta saran dan masukannya utk masalah rumah tangga saya dengan suami saya, kami memiliki anak satu perempuan usianya 7 tahun. 

Belakangan ini sy tdk sengaja membuka HP kerja suami saya, yg biasa tidak ada hal apapa selain membahas soal pekerjaan namun saat itu ada sebuah chat dengan teman wanitanya, awalnya chat biasa saja. Namun mereka sempat telfon tengah malam, chat tengah malam dini hari. Dan disitu sempat ada kata yg kurang enak saya baca dan itu saya anggap gak wajar utk hubungan seoarang teman. Disitu ada chat dengaan panggilan honey, dan beb. 

Sebelumnya saya udah tegur suami saya, kenapa spt itu. Katanya cuman teman. Namun distu suami saya mmberikan perhatian kpd teman wanitanya, dan mncoba mmbantu teman nya itu saat membutuhkan bantuan nya. Disni saya udah bisa nilai kalau mereka itu gak biasa biasa aja. Krn udah ada kata spt itu, panggilan spt itu, dan saya udh coba buat tegur suruh hapus nomer dan unfollow akun mendos nya. Namun krn saya sama suami itu LDR. Suami saya kerja sm di jkt, saya dikampung. Dan saya liat di medsos nya mereka memfollow lagi, pdhal saya juga udah tegur wanita itu, utk spy jauhin suami saya  klau pun dia chat atau mnghubungin. Namun ini trjdi lagi. Apakah yg harus saya lakukan? 

Saya udah cukup menahan kecewa, krna ini bukan hal yg pertama suami saya ketauan chat yg berlebihan dg wanita lain, yg dibilang hanya teman hanya mmbantu ssama manusia saja. DAn menilai saya trllu cemburuan, dan negatif thinking sama suami. Apa yg harus saya lakukan utk menyelesaikan smuanya ini?? 

Mohon saran dan masukannya. Terimakasih



-- Rizkyan Nurfika (Brebes )

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Setiap keluarga akan mengalami ujian komitmen berkeluarga. Ujian itu bisa jadi adanya pihak ketiga, atau kerena ulah salah satu pasangan yang mulai lemah komitmennya. Jika mulai tampak adanya kelemahan komitmen dan adanya perselisihan antara suami dan isteri, maka harus segera diatasi dan diselesaikan. Agar tidak terjagi masalah yang lebih besar yang mengakibatkankan hancurnya keluarga. Diantara cara menyelesaikannya, antara lain:

  1. Menghadirkan juru damai dan penengah yang bisa memandang suami-isteri secara utuh dan adil. Allah swt berfirman:

وَ اِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِّنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيْدَآ اِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللهُ بَيْنَهُمَا إِنَّ اللهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا.

Artinya : “Dan jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (juru damai) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan, jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal.” (An-Nisa’ ayat 35)

Orang yang dijadikan hakim atau juru damai haruslah orang yang tidak memihak. Dia bisa berlaku adil dalam dalam memandang kedua belah pihak dan bisa mendalami masalah yang menjadi sumber masalah dengan baik.

  1. Hidup bersama dalam satu rumah dan tidak LDR. Agar anda dan suami bisa lebih dekat dan bisa memenuhi kebutuhan batin dengan mudah. Anda dan suami memiliki waktu dan bercengkrama. Mendekatkan hati dan perasaan berdua. Jika anda tidak bisa melakukan hak itu dan terpaksa anda dan suami harus LDR, maka yang harus dilakukan adalah menguatkan kembali komitmen bersama.
  2. Lakukan instrospeksi diri. Dalam masalah yang anda alami, memang sumber masalahnya adalah suami anda yang berhubungan dengan wanita lain. Dia bersalah karena perbuatannya itu. Tapi satu hal yang harus disadari, bahwa satu kesalahan itu terjadi pasti karena ada sebabnya. Penyebabnya bisa jadi anda, bisa jadi orang lain.

Maka penting bagi anda melakukan evaluasi diri dan instrospeksi. Barangkali ada kesalahan atau kekurangan pada diri anda yang menyebabkan dia chating dengan wanita lain.

  1. Jika ada waktu bersama. Gunakan waktu bersama dengan sebaik-baiknya. Untuk mendekatkan diri secara fisik dan hati. Kedekatan itulah yang menjadikan anda lebih dipedulikan daripada wanita lain.
  2. Bersabar dan terus melakukan upaya untuk memperbaiki kondisi suami. Jangan terlalu panik sehingga anda emosi dan bertindak yang membuat situasi semakin berantakan.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga ada manfaatnya. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc