Was Was Menjadi Orang Zalim

Aqidah, 26 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya ingin meminta pendapatnya ustadz.

Saya bertemu dengan seseorang yang membawa limbah bekas yang dapat didaur ulang di depan rumah saya. Kebetulan diluar pagar saya ada tempat sampah yang sengaja ditutupi atasnya oleh kardus.

Karena saya melihat orang yang saya temui tersebut membawa beberapa kardus, saya jadi berpikir bahwa beliau akan mengambil kardus yang digunakan untuk menutup tadi. Sesaat sebelum beliau menyentuh kardus tersebut, saya memberitahu untuk tidak mengambil kardus tersebut, saya jadi merasa tidak enak karena saya rasa tidak seharusnya saya terburu buru berkata seperti itu sebab belum tentu orang tersebut ingin mengambilnya. 

Saya khawatir apakah tindakan saya tersebut termasuk menzalimi orang atau tidak ustadz.

Semoga dijawab. Terimakasih

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh



-- Hamba Allah (Sulawesi)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Agama kita Islam mengajarkan kita untuk lebih mendahulukan husnudzdzon (berbaik sangka dengan sesama, dan memerintahkan kita untuk menjauhi suudzdzon (berburuk sangka) ( QS. 49:12)

Dan apa yang anda sampaikan dari apa yang telah anda alami itu menurut kami adalah bentuk suudzdzon dengan sesama (berburuk sangka) yang dilarang oleh agama kita, yang karenanya seyogyanya anda beristighfar kepa Allah atas perbuatan terlarang tersebut

Adapun apa yang telah sampaikan kepada saudara kita pemungut kardus tersebut, apabila bahasa yang anda pakai adalah bahasa yang baik (mis, mohon maaf bapak, kardus itu adalah penutup tempat sampah, mohon tidak diambil ya), maka in syaa Allah itu bukan kedzoliman, tetapi kalau bahasa yang pakai adalah bahasa yang kasar yang bisa menyinggung perasaan saudara kita tersebut, maka mestinya anda harus meminta maaf kepadanya

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA