Hukum Talak

Pernikahan & Keluarga, 26 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum...

Pak ustad saya mau tanya perihal keabsahan talak....
 
Awal permasalah keluarga saya ada di bulan mei 2021.... Suami saya menjatuhkan talak lewat wa dengan kalimat shoreh 'aku talak kamu secara sadar'... Satu minggu kemudian suami menyesali ucapannya dan minta untuk rujuk
 
Bulan juli 2021.. Suami aku ketahuan selingkuh, sampai kami bertengkar via wa, saya meminta untuk pisah dengan dia... Dan dia balas dengan menjawab 'iya.. Bismillah dengan kesadaran saya talak kamu'...dengan rasa penyesalannya kemudian kami berhubungan lagi....
 
Bulan april 2022, kami kembali bertengkar...saya bertanya kepada suami, apakah anda yakin untuk berpisah dengan saya... Krna ini sudah ucapan untuk ketiga kalinya, setau saya jika talak udah diucapkan 3x itu udah jatuh talak 3.....
Tapi suami aku tetep kekeuh dengan pemahamannya kalau talak yg dijatuhkan itu talak 1, suami aku bilang, aku tidak berniat untuk mentalak 3 ....
Sebaiknya kita pisah dulu.... Dan dia mengucapkan talaknya lewat wa...
 
Setelah kejadian ini, suami ingin rujuk kembali... Sedangkan saya sudah berpendapat merasa sudah jatuh talak 3..., dengan keyakinannya suami saya mengajak saya ke pengadilan agama...dan menceritakan permasalahannya...
Dari petugas pengadilan agama menyatakan bahwa hubungan kita itu masih suami istri, belum jatuh talak.... Karena talak diluar pengadilan itu tidak sah....
 
Suami saya meyakini pernyataan dari pengadilan agama, dan mengajak saya untuk membina rumah tangga lagi....
Perasaan saya saat ini was"...
Saya takut hubungan saya dengan suami sudah tidak halal lagi untuk bersama...
 
Pertanyaan saya : 
1. bagaimana keabsahan keluarga kami ?? 
 
2. Apakah masih bisa di lanjutkan atau tidak ??
Terimakasih
Wassalamu'alaikum
 


-- Lisnawati (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Masalah yang sedang  anda hadapi bermula dari perbedaan pendapat antara anda dan suami perihal talak. Pada kasus yang anda alami, menurut anda telah jatuh tiga. Sementara menurut suami anda belum jatuh talak tiga. Sementara ketika ditanyakan kepada pengadilan dijawab bahwa talak yang dilakukan di luar pengadilan tidak sah. Dengan demikian menurut pengadilan belum pernah terjadi talak. Pengadilan agama mendasari pendapatnya pada Kompilasi Hukum Islam (KHI).

Untuk bisa menuntaskan masalah ini, dapat kami sarankan beberapa hal berikut:

  1. Anda dan suami harus bersepakat perihal standard hukum yang dijadikan acuan talak. Apakah memakai standar KHI ataukah memakai hukum fikih dari kitab-kitab klasik.

Ada dua pendekatan hukum yang dipakai masyarakat Indonesia untuk menentukan hukum talak. Pendekatan hukum pertama adalah menggunakan pendekatan hukum KHI. Dan yang kedua pendekatan hukum fikih klasik atau pendekatan kitab-kitab fikih. Kitab-kitab itu memuat pendapat-pendapat  empat madzhab. Madzhab hanafi, madzhab maliki, madzhab syafii dan madzhab hambali.

Kompilasi Hukum Islam (KHI) adalah himpunan kaidah-kaidah hukum Islam, yang bersumber dari kitab-kitab fiqih (madzhab al-Syafi’iyyah khususnya) serta pandangan ulama dalam satu buku hukum yang disusun dalam bentuk dan memakai bahasa perundang-undangan.

KHI ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatur dan memberi kepastian hukum kepada ummat Islam pada perkara pernikahan, waris dan sebagainya.

inilah yang dijadikan acuan hukum di Indonesia. KHI disarikan dari kitab-kitab fikih madzhab syafi’i.

Menurut KHI talak dikatakan jatuh jika dilakukan di pengadilan. Menurut kebanyakan kitab fikih klasik, talak yang dijatuhkan suami sudah jatuh tiga, karenanya anda dan suami tidak bisa lagi rujuk atau menikah lagi, kecuali anda menikah lagi dengan seorang laki-laki, kemudian anda berpisah secara wajar dengan laki-laki yang menikahi anda itu.

  1. Jika anda meyakini bahwa anda telah ditalak tiga. Maka telah habis kesempatan rujuk.

Jika suami anda tetap ngotot dengan pendapatnya dan anda juga tetap dengan pendirian anda.  Disini letak polemiknya. Anda dihadapkan pada perkara syubhat.

  1. Setiap manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang diyakininya. Dosa dan pahala karena perbuatannya sendiri. Karena anda meyakini behwa anda telah ditalak tiga. Maka hukum yang dikenakan kepada ada adalah hukum talak bain kubra. Tidak ada hak rujuk lagi kecuali setelah anda menikah dengan laki-laki lain dan berpisah dengan wajar.

Demikian yang bisa disampaikan,semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc