Minta Balik Modal Tapi Rincian Penggunaan Modal Tidak Jelas

Fiqih Muamalah, 27 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz.....

Bulan ini kami mendapat proyek qurban sapi domba dan bekerja sama dengan salah satu suplier peternak. Akadnya jual beli dengan sistem bagi hasil. 

Namun ada kejanggalan di perhitungan ketika kami tanya hpp dia beli domba untuk menghitung margin penjualan qurban domba. Dia bilang dia gak tau domba mana2 aja yg keluar dan intinya modal dia keluar 365 juta buat pengadaan domba dan itu yang harus kita kembalikan ke dia. Ketika kami tanya apakah modal 365 juta itu untuk pengadaan project qurban kami saja? Dia bilang ya g tau intinya itu saya buat ngisi kandang. Dan ketika kami minta rincian pebelian domba 365jt itu dia berbelit2. 

Akhirnya dia minta semua hasil penjualan kami harus kami setor semua ke dia buat pengembalian modal tanpa tau rincian modal 365 juta itu buat apa saja dan margin profit sapi kamipun harus kami setor ke dia sebagai tambahan pengembalian modal yang kurang. Yang jatuhnya proyek qurban kami rugi materi hampir 2x lipat. Karena harga kambing yg kami belipun jg tdk transparan ustd dari dia.

Bagaimana status uang yang kami harus setor untuk pengembalian modal ke dia. Apakah itu memang kewajiban kami? Atau nntinya akan jadi uang haram yang masuk ke dia.

Bagaimana status jual beli yg sperti ini, kita membayar tagihan domba ke dia tanpa tau harga kambing dan dombanya? Jdi semua uang hasil penjualan kami harus disetor ke dia untuk balik modal kambing dia yang katanya rugi, tapi kami juga nggak tau ruginya dmn?

 

Terimakasih atas solusinya ustadz



-- Lathifah (Depok)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Dari apa yang anda jelaskan, maka menurut kami, akad jual beli bagi hasil anda dengan suplier tersebut adalah akad yang terlarang, karena ada unsur Jahalah atau ketidak jelasan, baik nilai modal usahanya dan juga prosentase keuntungannya, padahal Jahalah adalah merupakan salah satu unsur yang tidak boleh ada dalam akad jual beli.

Salah satu bukti jahalah tersebut adalah muncul permasalahan setelahnya antara anda dan suplier tersebut

Dan dana yang diminta oleh suplier kepada anda tersebut adalah haram baginya, karena itu bentuk kedzoliman terhadap anda, dan kedzoliman adalah salah satu unsur yang semestinya harus dihindari dalah akad jual beli

Perlu kami sampaikan bahwa jual beli dalam fiqih termasuk dalam kategori muamalah yang hukum asalnya adalah boleh, selama terhindar dari 6 unsur, yaitu penipuan/ghoror,  kedzoliman/dhulm, jahalah/ketikakjelasan, maisir/gambling, riba dan pruduk haram.

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudfahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA