Memberi Pinjaman Tanpa Ditentukan Batas Waktu

Fiqih Muamalah, 31 Juli 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum pak ustad,

Ada sekelompok keluarga yg hendak jual tanah warisan dgn luas lebih dari 100 hektar, tapi surat2 belum komplit. Mereka cari pinjaman tanpa batas waktu untuk mengurus surat2 tanah agar mudah terjual.

Adik saya terlibat sebagai perantara, karena susah cari pinjaman dgn sarat tersebut, akhirnya ahli waris tanah setuju umntuk mengembalikan dana pinjaman dengan nilai 10x lipat dari pinjaman bila tanah terjual kapan saja.

Saya tidak pernah meminjamkan uang dgn pengembalian yg di lebihkan, takut riba.

Tapi karena ada adik saya yg tidak bekerja dan jadi perantara, dengan semangat memberitau ke saya ttg hasil pengembalian pinjaman bila tanah terjual.

Akhirnya saya dan kakak saya yg lain setuju dan patungan untuk bantu mereka, dan juga untuk membantu adik saya bila tanah terjual, dia dan team nya akan mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Pinjaman ini sudah berjalan sekitar 3 - 4 tahun lalu, dan perjanjiannya mereka hanya akan mengembalikan bila tanah terjual, sampai sekarang tanah juga belum terjual.

Pertanyaan saya adalah, apakah pinjaman yg saya berikan dgn janji dari mereka akan mengembalikan pinjaman dgn nilai 10x lipat tersebut bisa disebut riba?

Trimakasih atas waktunya.

Wassalam



-- Firman (Depok)

Jawaban:

Wa'alikumussalaam wrwb.

Pinjam meminjam dalam Islam itu harus dengan niat untuk menolong dan tidak mencari keuntungan (QS, Al Baqarah:280), dan kalau mau mencari kuntungan bukan dengan cara memberikan pinjaman dengan harapan mendapatkan pengembalian dengan nominal yang lebih besar dari nominal pinjaman, karena meminjamkan dengan cara tersebut berarti telah mengambil riba yang diharamkan, tetapi kalau ingin mendapakan keuntungan caranya dengan bisnis (bagi hasil/mudhorobah atau murabahan atau yang lainnya)

Berdasarkan hal tersebut, maka pinjaman yang anda berikan dengan janji dari peminjam untuk mengembalikan dengan nominal lebih dari nominal pinjaman yang anda berikan kepada mereka, itu termasuh riba yang tentunya diharamkan dalam agama kita

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudfahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA