Akad Jual Beli Rumah

Fiqih Muamalah, 7 Agustus 2022

Pertanyaan:

assalamu'alaykum ustadz, afwan izin bertanya.

Saat ini ana berencana membeli sebuah rumah melalu bank syariah (BTN syariah). Akan tetapi saat melihat skema akad nya, ana ragu apakah ssuai syariat atau tidak.

karena sblm akad, kita di haruskan transfer DP kepada dveloper. Dan nnti saat akad, akan ada akad wakalah dan murabbahah. Akan tetapi saat sy tnya kpada pihak bank maupun developer, tdk ada pembatalan DP saat akad 

Spengetahuan sy, jika sperti ini sy yg bertransaksi jual beli dgn developer, dan bank sbgai pmberi piutang. Mohon koreksinya jika salah. Mohon pencerahannya ya ustadz. Jazakumullah khair



-- Rizal (Bandung)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Yang semestinya dilakukan oleh Bank Syariah yang menjual Rumah ke nasabah adalah Bank membeli rumah dari developer pemilik rumah tersebut. Fatwa DSN MUI memperkenankan transaksi pembelian ini menggunakan standar minimal, yaitu pernyataan ijab kabul antara bank syariah dan developer.

Dengan ijab kabul ini, beralihlah kepemilikan rumah tersebut dari developer ke bank syariah sebagaimana mazhab Syafi'i yang memperkenankan perpindahan kepemilikan itu terjadi dengan sekadar ijab kabul.

Transaksi ini menjadi keniscayaan agar bank bisa melakukan jual kepada nasabah. Sebab, jika ini tidak dilakukan, berarti bank menjual sesuatu yang belum dimilikinya.

Daan selanjutnya Bank menjual rumah tersebut kepada nasabah dengan harga jual yang terdiri atas harga beli dan margin yang disebutkan dalam akad murabahah sebagaimana yang tertuang dalam SP3. Sementara itu, biaya-biaya lain seperti administrasi dan notaris biasanya dibayar oleh nasabah dan tidak dimasukkan ke dalam harga jual.

Selanjutnya, nasabah mencicil ke bank syariah hingga akhir angsuran selesai dan rumah tersebut menjadi milik nasabah secara penuh.

Dan oleh karena transaksi Jual Beli rumah tersebut antara Bank dan Nasabah, maka mestinya uang DP yang harus dibayar oleh nasabah tersebut dibayarkan ke Bank dan bukan ke Developer, sebab kalau Nasabah harus membayar ke Developer bisa diartikan bahwa rumah tersebut belum menjadi milik Bank, tetapi masih milik developer, yang bisa diartikan juga bahwa Bank telah menjual rumah yang bukan miliknya

Demikian, semoga Allah yang Maha Rahman memudahkan dan meridhai setiap ikhtiar kita. 

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA