Pertanyaan

Lain-lain, 5 September 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh. Perkenalkan saya berasal dari sulawesi

Saya ingin bertanya ustadz. Sebelumnya saya ceritakan terlebih dahulu kejadiannya. Mohon maaf apabila saya mengetik terlalu panjang. 

Disekitar rumah saya ada kucing yang biasa kerumah saya tetapi kami tidak mengadopsinya. Saya memelihara kucing juga dirumah, salah satu kucing saya merupakan anak dari kucing yang tidak saya adopsi tersebut. Beberapa bulan lalu kucing tersebut melahirkan lagi 2 ekor anak kucing, saya baru tahu bahwa anaknya ada karena baru kelihatan disekitar rumah saat sudah sedikit besar, mungkin umurnya masih sekitar 1-2 bulan. Saya lihat salah satu anaknya matanya tertutup dan tidak bisa melihat mungkin karena harus dibersihkan.
 
Malam sabtu pekan lalu, saya dan ibu saya mencari anak anak kucing tersebut untuk memastikan saja, dan yang ad bersama induknya hanya seekor saja, yang matanya tertutup (sebelumnya juga anaknya yang ini pernah jatuh ke selokan samping kanan rumah saya, namun saat itu dilihat oleh ibu saya). Seekornya lagi entah dimana. Keesokan harinya saat saya sedang membeli sayur didepan rumah, saya melihat induknya dan anaknya yang semalam tidak ada sedang berada di sekitar pot tetangga depan rumah saya. Disitu saya mengira bahwa yang semalam ada, ada juga bersama induk dan anak kucing tadi yang berada disekitar pot yang saya lihat tadi. Diwaktu yang bersamaan saya sepertinya mendengar suara kucing kecil namun saya mengira suara itu berasal dari pot tadi, tetapi saya juga ragu apakah suara itu bukan berasal dari pot tersebut melainkan berasal dari depan rumah tetangga samping kiri rumah saya. Setelah itu karena saya merasa bahwa memang induknya biasanya meninggalkan anaknya dan dia bisa menjaga anaknya sendiri, saya langsung saja masuk kedalam rumah tanpa mencari dan mengecek anak yang stunya lagi, saya seperti juga tidak ada pikiran bahwa kucing tersebut jatuh diselokan lagi atau tidak. Saat itu saya juga tidak begitu ingat bahwa anak kucing yang mana yang tidak dapat melihat tersebut.
 
Kemudian sore harinya saya melihat kucing yang dapat melihat tersebut sedang berada didepan rumah samping kanan rumah saya, tepatnya berada di sekitar pot (bukan disekitar pot yang tadi paginya saya lihat). Beberapa jam kemudian, saya mendengar lagi suara kucing, kali ini suara itu terdengar jelas, dan saya rasa sumbernya berasal dari depan rumah tetangga samping kanan rumah saya. Tapi saya tidak melihat anak kucing tersebut dimana. Karena saya melihat ada induknya disekitar rumah, saya jadi tidak mencarinya dan merasa bahwa 'induknya kan ada'. Terus saya langsung masuk lagi kedalam rumah. Besokan nya, saya tidak lagi melihat seekor anak kucing lagi disekitar rumah saya. Sore harinya saya dapat kabar dari ibu saya bahwa ibu saya menemukan salah satu anak kucing tersebut sudah mati dan berada di selokan samping kiri rumah saya. Disitu saya sangat syok, saya benar benar melihat bagaimana kondisi anak kucing tersebut. Dugaan saya bahwa kucing tersebut adalah yang tidak dapat melihat. Saya sangat takut, karena sehari sebelumnya saya tidak mencari anak anak kucing tersebut untuk memastikan mereka baik baik saja. 
 
Saya merasa sangat bersalah karena kurang peka dan kurang berusaha untuk anak anak kucing tersebut, saya terlalu mengandalkan bahwa induk kucingnya bisa selalu menjaga anak anak kucingnya. Saya takut sekali karena saya rasa kucing tersebut secara tidak langsung mati karena saya. Saya terus saja terngiang ngiang tentang kucing yang mati di selokan tersebut, saya terus membayangkan nya, dia pasti kedinginan. Ketika saya kekamar mandi ataupun sedang merasa kedinginaan, daya pasti teringat anak kucing tersebut. Saya sangat menyesali saat itu kenapa saya tidak mengeceknya kesamping kiri rumah saya karena saat itu saya sempat mendengar suara yang saya kira berasal dari induk dan anak kucing yang satunya lagi. Pernah juga saya sepertinya ada pikiran mau membersihkan matanya agar bisa terbuka tetapi saya tidak melakukannya entah mungkin karena khawatir induknya tidak mau menyusui anaknya lagi kalau lama disentuh manusia padahal saya bisa saja pakai sarung tangan atau mungkin karena saya memang pemalas saja. Saya sangat takut, ustadz. Rasanya saya tidak pantas untuk bahagia, bahkan merasa senang dan tenang sedikitpun saya merasa tidak pantas. Saya terus merasa bersalah, ustadz. Saya takut anak kucing tersebut mati gara gara saya, saya takut berdosa. 
 
Saya pun berpikir saya seperti orang munafik apabila baik baik memperlakukan kucing setelah kejadian tersebut. Saya selalu kurang fokus mengerjakan apapun karena terus kepikiran kejadian itu. Apalagi anak kucing yang satunya lagi entah dimana, sampai sekarang belum ada kabarnya. Saya sangat menyesal saat itu harusnya saya berusaha mencari kardus untuk anak anak kucing tersebut. Sehari harinya saya terus dihantui rasa penyesalan. Insya Allah sebentar lagi saya masuk kuliah, namun pikiran saya terus tidak tenang karena rasa penyesalan yang mendalam. Saya harus bagaimana ustadz, saya takut sekali atas kejadian itu. 
 
 
Semoga dibalas. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


-- Anonim (Sulawesi)

Jawaban:

wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

silahkan konsultasi langsung via WA ke 081703357795

 



-- Amin Syukroni, Lc