Taubat Saya.

Lain-lain, 5 September 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum Ustad. Mohon bertanya.

Saya adalah seorang pemuda yang terjerumus dalam dosa, Saya telah terjerumus dosa Mabuk dengan obat²an. Tapi saya ingin berhenti. Saya sudah membulatkan tekad dengan sungguh sungguh, Saya setiap malam memohon ampun pada Allah dengan menyesal telah terjerumus, dan tidak bertekad mengulangi, Saya menangisi diri saya sendiri, saya tahan beberapa waktu untuk tidak mengulanginya, Tapi saya Terjerumus lagi karena tubuh saya rusak, kemudian saya bertaubat lagi. Saya tidak tau bisa bebas dari perbuatan ini atau tidak suatu hari kelak.

Apakah Allah masih mau mengampuni saya? Saya merasa putus asa karena ketika saya membaca artikel hadist (HR. At-Tirmizi no. 1862 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6312) yang menyebutkan Allah tidak akan mengampuni orang seperti saya yang gemar maksiat kemudian Bertaubat, kemudian melakukannya lagi ketika sudah 4 melakukan perbuatan tsb.

Apa yang harus saya lakukan? Apa Allah tidak akan mengampuni saya lagi? Saya sangat takut Allah tidak akan mengampuni saya lagi. Bagaimana caranya agar Allah mengampuni saya?



-- Hamba Allah (Bandung)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Setiap manusia berpotensi untuk melakukan kesalahan. Sebaik-baik mereka yang berbuat salah, adalah mereka yang mau bertaubat. Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap manusia pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang sering bertaubat” (HR. Tirmidzi ).

Dan Rasulullah saw juga bersabda:

أإِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا آخَرَ وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى قَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَغَفَرَ لَهُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا آخَرَ وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا آخَرَ فَقَالَ يَا رَبِّ إِنِّى أَذْنَبْتُ ذَنْبًا آخَرَ فَاغْفِرْ لِى فَقَالَ رَبُّهُ عَلِمَ عَبْدِى أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ فَقَالَ رَبُّهُ غَفَرْتُ لِعَبْدِى فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Dan berjalanlah waktu, lalu ia berbuat dosa lagi. Ketika berbuat dosa lagi ia berkata: ‘Ya Rabbi, aku telah berbuat dosa lagi, ampunilah aku’. Lalu Allah berfirman: ‘Hambaku mengetahui bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa’. Lalu dosanya diampuni. Lalu Allah berfirman: ‘Aku telah ampuni dosa hamba-Ku, maka hendaklah ia berbuat sesukanya’” (HR. Bukhari no. 7068).

Begitu luas rahmat dan ampunan Allah swt kepada hamba-hambanya yang berdosa dan mau bertaubat kepadaNya. Karena itu anda tidak perlu khawatir dan berputus asa, bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa anda. Firman Allah Ta’ala:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar {39} : 53-54).

Orang yang sudah berusaha untuk bertaubat,kemudian terjerumus kembali kepada kemaksiatan, dia aka diampuni Allah. Meskipun kemaksiatan itu berulangkali dikerjakan. Selama dia tidak mempermainkan dosa dan taubat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc