Pinjam Uang Dari Bank Dengan Alasan Yang Kurang Sesuai

Fiqih Muamalah, 7 September 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz izin bertanya, awal tahun ini kan ayah saya meminjam uang sebanyak 50jt ke bank dengan alasan kebutuhan bisnis ke pihak bank. Akan tetapi sebenarnya uang tersebut untuk bayar hutang kakak saya yang ber juta juta, selain itu jg uang tersebut juga digunakan untuk renovasi rumah, pompa air, makan, dan hal hal lainnya.

 Jadi yang ingin saya tanyakan, bagaimana status halal/haramnya uang pinjaman dari bank tersebut (dimana alasan meminjamnya ke pihak bank adalah untuk bisnis), namun ternyata uang tersebut malah dipakai untuk keperluan lainnya? Apabila haram, bagaimana cara menyucikannya, apalagi sudah dipakai untuk membeli banyak hal, termasuk barang barang

Mohon jawabannya ustadz, karena saat ini pikiran saya terbebani karena itu

Sekian, terima kasih

 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



-- Brama (Kab. Lebak)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Pinjam meminjam termasuk dalam kategori fiqih muamalah yang hukum asalnya adalah mubah atau boleh, hukum boleh tersebut bisa berubah menjadi haram kalau ada unsur penipuan dan riba

Dan ketika ayah anda meminjam uang dari bank dengan cara membuat alasan yang tidak sebenarnya, maka itu bisa termasuk berbohong yang tentunya hukumnya haram, Dan apabila dalam akad pinjam meminjamnya ada klausul, bahwa ayah anda harus mengembalikan pinjaman dengan nominal yang lebih besar dari nominal pinjaman, maka itu ternasuk riba yang diharamkan dalam Islam (lihat. QS. 2:275-279)

Oleh karena itu, sebisa mungkin anda bantu ayah dengan cara yang baik dan bijak untuk segera bertaubat kepada Allah menyesali perbuatannya, berjanji untuk tidak mengulang kembali, segera melunasi hutangnya dan banyak beristiughfar kepada Allah

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshiwaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA