Menggunakan Dana KUR Untuk Kepentingan Pribadi

Fiqih Muamalah, 9 September 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Ustadz, apa hukumnya jika meminjam dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari bank, yang dimana dana itu diperuntukkan untuk modal usaha. Ketika meminjam dana KUR pun, bilang ke pegawai bank pun untuk keperluan bisnis, sehingga akhirnya dapat dicairkan. Namun, ternyata dana tersebut malah digunakan kepentingan konsumtif dan pribadi, misalnya memperbaiki rumah, membayar pendidikan anak, dan lain-lain.

Akan tetapi saat ini pun pembayaran pinjaman pun sedang diangsur-angsurkan, menggunakan gaji pensiun. Sehingga itu membuat ekonomi keluarga saya buruk.

Yang ingin ditanyakan :

1. Apakah haram hal-hal yang dibeli diluar kebutuhan bisnis dari uang pencairan dana KUR tersebut?

2. Jika haram, apakah kita tidak boleh memanfaatkannya? Misalnya tinggal di rumah ini, bekerja mencari uang di rumah ini, dan lain lain.

3. Apakah anak perlu putus pendidikan, karena membayar biaya pendidikan juga menggunakan uang dari pencairan dana KUR ini?

Mohon bantuannya, saya bingung sekali mengenai permasalahan ini, sehingga membuat saya menangis, menjadi beban pikiran saya, dan tidak semangat untuk melakukan banyak hal.

Terima kasih

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.



-- Amar (Lebak)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Yang haram adalah berbohongnya saat menyampaikan alasan ketika mengajukan pinjaman dan menyetujui untuk mengembalikan pinjaman dengan nomilal yang lebih besar dari nominal pinjaman, dan kedua hal tersebut adalah dosa besar, adapun pemanfaatan dari uang tersebut in syaa Allah tidak haram, yang karenanya juga anda tidak perlu untuk memutuskan kelangsungan proses pendidikan yang sedang anda jalani.

Dan yang pasti anda harus lakukan adalah segera bertaubat kepada Allah atas dosa besar tersebut

Demikian, semoga Allah berkenan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA