Nazar Dalam Hati

Lain-lain, 9 September 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum ustadz izin bertanya.

Apakah nazar yang diucapkan dalam hati harus ditunaikan?



-- Nufail (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Nazar adalah janji untuk melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu. Dia adalah penguat kata-kata yang diucapkan seseorang. Perbuatan yang awalnya hanya anjuran atau perkara biasa, maka dengan dijadikannya sebagai nazar maka menjadi kuat dan wajib ditunaikan. Nazar yang baik wajib ditunaikan. Nazar yang buruk tidak boleh dilaksanakan. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ

“Barangsiapa yang bernazar untuk taat pada Allah maka taatlah. Dan barangsiapa yang bernazar untuk durhaka (melakukan maksiat) pada Allah maka jangan durhaka pada-Nya” (HR Bukhari)

Karena nazar adalah penguat kata-kata maka nazar tidak sah dan tidak perlu ditunaikan jika belum diucapkan atau masih ada dalam hati saja. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc