Pernikahan

Pernikahan & Keluarga, 12 September 2022

Pertanyaan:

Suami kalo ngomong sering menyinggung perasaan, terkadang hal2 kecil jd besar, banyak ketidak cocokan saya dengan suami,

Dan akhir2 ini saya jg sudah tdk bernafsu melayani suami,

Jalan terbaik apa yg harus saya ambil, harus cerai atau dipertahankan, krn selama 20 thn pernikahan saya yg sering mengalah



-- Riska (Semarang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Usia pernikahan anda sudah 20 tahun. Manis getir kehidupan berumah tangga sudah anda rasakan. Naik dan turunnya perjalanan keluarga sudah anda lalui. Pasang surut hubungan juga sudah anda selami. Hendaknya semua itu bisa menjadikan anda lebih dewasa dan matang dalam berkeluarga. Mensikapi ketidakcocokan dan ketidaknyamanan hubungan dengan lebih bijak.

Diusia pernikahan yang sudah menginjak 20 tahun. Banyak yang harus disegarkan kembali. Agar kehidupan berkeluarga tidak monoton dan membosankan. Kehidupan berkeluarga yang monoton dan membosankan membuat pasangan sensitif pada perkara kecil. Perkara kecil dilihat besar dan disikapi berlebihan. Kesalahan remeh pasangan disikapi laksana kesalahan besar tak terampunkan. Sehingga solusi yang diambilnyapun juga beresiko besar. Masalah yang dulu bisa dianggap ringan, menjadi dianggap berat. Perbedaan yang dulu bisa ditoleransi, sekarang tidak lagi. Sehingga solusi yang ambil adalah solusi orang yang saling bermusuhan, menang kalah. Ingin menang dan tidak mau kalah. Suasana harmonis semakin jauh dari kenyataan.

Ada beberapa hal yang membuat situasi seperti diatas terjadi dalam keluarga, antara lain:

  1. Rutinintas kehidupan yang mulai berubah. Kehidupan setiap orang terus berkembang dengan berjalannya waktu berumah tangga. Awal pernikahan dan berumah tangga, hanya ada suami dan istri.

Setelah punya anak satu, atau dua, maka suami dan istri pasti makin sibuk. Belum lagi jika suami juga bertambah kesibukan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dan pada sisi yang lain istri juga  bertambah kesibukannya karena bekerja dan menyelesaikan urusan rumah tangga. Hal itu pasti mengubah situasi dan pola hubungan dalam keluarga.

Dulu ketika masih berdua dan kesibukan masih sedikit, suami dan istri lebih mudah bersikap lembut dan pengertian. Tetapi ketika kesibukan masing-masing bertambah, maka mulai terjadi perubahan sikap suami dan istri karena terlalu capek atau terlalu sibuk sehingga waktu untuk berdua mulai berkurang dan suasana tidak semanis dan semesra dulu.

Dalam menghadapi kondisi seperti itu, hendaknya setiap pasangan lebih memahami dan tidak menuntut suasana seperti dulu. Karena kondisi sudah berubah. Rutinitas sudah berbeda. Bukan karena cinta mulai luntur, tetapi ekpresi cinta yang tidak lagi sama seperti dulu.

  1. Komunikasi suami istri yang tidak baik. Dampak dari rutinintas yang berubah dan meningkat, biasanya diikuti dengan komunikasi yang tidak lancar antara suami dan istri. Suami-istri yang sama-sama sibuk, atau suami yang lebih sibuk bisa mengakibatkan buruknya komunikasi. Dampaknya dapat menimbulkan perasaan bahwa pasangannya tidak lagi mencintainya lagi dan tidak peduli lagi dengan dirinya. Padahal tidak demikian yang terjadi. Cinta masih tetap sama, hanya komunkasi yang semakin hambar karena tidak ada bumbu canda rianya disebabkan komunikasi yang tidak jalan.

Karena itu sesibuk apapun, hendaknya istri dan suami bisa menjaga komunikasi yang baik, tetap menjaga komunikasi yang romantis dan ceria.

  1. Segala sesuatu akan mengalami perubahan karena waktu. Barang yang baru berwarna cerah dan mengkilap, setelah lama bisa menjadi kusam dan buram. Demikian pula suasana keluarga akan mengalami perubahan. Agar supaya perubahan tidak berlanjut menjadi lebih buruk, dibutuhkan pembaharuan dan inovasi. Barang lama bisa tetap menarik, cerah dan mengkilap bila diperbaharui dan diberi perlakuan yang baru. Demikian pula suasana keluarga yang sudah mengalami perubahan, maka diperlukan pembaruan. Salah satu cara untuk memperbaharui kembali suasana itu adalah mengulang kembali masa-masa indah yang pernah dialami. Meskipun tidak akan sama rasanya, akan tetapi hal itu dapat menyegarkan suasana. Sekedar makan diluar bersama-sama, sekedar pergi bersama dan kegiatan lainnya akan dapat mengembalikan suasana menjadi lebih segar.

Jangan sampai keluarga yang sudah terbina selama 20 tahun hancur hanya karena keluarga itu tidak mampu merehab bangunan keluarga yang sudah mulai kusam, tidak mampu membangun kembali bangunan cintanya yang mulai reyot, dan tidak mampu menyegarkan kembali taman bunga keluarga yang mulai layu.

Bersabarlah dan bertahanlah serta segarkan kemabli keluarga, demi menjaga keluarga agar tidak roboh dan hancur. insyaAllah kesabaran anda akan berbuah manis nantinya. Keluarga kembali menemukan nuansa sakinah mawaddah wa rahmah. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc