Masalah Perceraian

Pernikahan & Keluarga, 14 September 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Mohon bantuannya ustad.Saya ingin bertanya sebuah perkara.Tentang rumah tangga saya.

Usia pernikahan kami,sudah berjalan 23thn.

Permasalah saya adalah beberapa tahun silam istri saya berselingkuh dengan seorang lelaki yang masih ada hubungan keluarga dengan saya.Sudah sering kecurigaan saya itu timbul.Namun selalu saya tepis karena takut hanya bisikan setan.Tetapi sebuah kejadian dimana istri saya berbohong ketika menginap di hotel dengan alasan kegiatan kantor.Namun saya mendapati sendiri ternyata tidak ada pelatihan yang dia katakan.

Berikutnya sekali waktu dia tidak pulang ke rumah dan memblokir semua nomor telepon,termasuk anak.Dan pagi hari pulang dengan lusuh.Alasannya pergi menginap di rumah sepupunya.Tetapi pernah saya konfirmasi ke sepupunya.Terlihat seperti sudah saling atur agar jawabannya sama dengan alasannya.

Lalu kali berikutnya,dia ijin pergi ke daerah bersama dua orang sepupu perempuan saya.Dan laki2 selingkuhannya.Saya sudah berulang melarang,tetapi dia tetap pergi dan kembali memblokir nomor telepon saya.

Termasuk menegur saat dia masih sering teleponan dengan laki2 tersebut.Dan anak kami pun menegur cara berpakaiannya di depan laki2 itu.

Cukup banyak kejadian dan perilaku lain yang dia lakukan dan saya masih terus bersabar.Menahan diri demi anak2.Sambil berdoa meminta petunjuk pada Allah SWT,jika benar istri saya selingkuh,maka hamba mohon di beri petunjuk nyata.

Dan akhirnya,terkuak setelah laki2 itu membuka sendiri perselingkuhannya di grup whatsapp keluarga.Namun istri saya masih bersikukuh bahwa dia di fitnah.

Waktu itu saya sudah ingin menceraikan namun ibu saya melarang.Dan tidak mengijinkan kami bercerai.

Saya pun kembali menahan diri.Sambil mencoba menerima.Tetapi hati saya masih ragu dengan alasannya.Dan kembali saya berdoa meminta satu petunjuk lagi pada Allah SWT.Hingga saya pernah sampai anfal karena gagal jantung disebabkan menahan stress karena tekanan hati dan permintaan ibu.

Kembali Allah SWT memberi petunjuk melalui anak saya.Bahwa pengakuan anak saya,ibunya pernah menyembunyikan laki-laki itu keluar dari kamar dan kedapatan.Hanya saja ibu saya melarang anak-anak untuk memberitahukan kejadian itu.Juga masih ada beberapa kejadian yang memang mengarah ke perselingkuhan yang dia lakukan.

Karena permintaan ibu saya.Waktu tiga tahun saya mencoba kembali menjalani pernikahan.Tetapi saya tetap belum bisa menerima dan melupakan.Bahkan akhir2 ini saya menjadi tertekan hingga pernah sekali kelepasan berbicara suara saya lebih besar dari suara ibu saya,karena beliau terus memaksakan untuk tidak bercerai Astaghfirullah.Ibu saya malah menyalahkan saya.Termasuk menyalahkan karena tidak memberi ijin istri saya keluar daerah waktu itu.Dan menyalahkan karena tidak ikut pergi menemani istri saya.

Apa yang harus saya lakukan ustad?Saya benar2 tidak bisa menjalani pernikahan seperti ini karena saya tau,saya akan menjadi berdosa karenanya.Tapi di lain sisi,ibu saya terus memaksakan kehendaknya.Bahkan menyalahkan saya dengan alasan yang sudah melenceng dari syariat agama.Istri saya pun pernah mengakui hubungan dekatnya dengan laki-laki itu.Namun menolak jika di katakan pernah berhubungan badan.



-- Hamba Allah (Makassar)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kejadian beberapa tahun lalu masih menjadi luka yang belum sembuh. Anda terluka karena diselingkuhi isteri. Dalam hati ini menceraikannya. Tapi pada sisi yang lain,ibu anda tidak menghendaki. Ibu anda tidak ridla jika anda menceraikan isteri anda yang telah menyelingkuhi anda.

Masa lalu adalah sejarah yang harus diambil ibrah dan pelajaranya. Hari ini adalah waktu yang harus diisi. Dan waktu yang akan datang,tidak ada yang tahu. Waktu yang telah berlalu ibarat uang yang sudah dibelanjakan. Waktu sekarang adalah ibarat uang tunai yang harus dipakai dan dibelanjakan. Waktu yang akan datang adalah ibarat cek. Bisa berisi,bisa kosong. Hanya bisa direncanakan,tidak bisa dipastikan.

Yang lalu biarlah berlalu. Yang sekarang diperbaiki. Yang mendatang diantisipasi. Untuk yang sekarang, anda tegaskan kepada isteri anda dan ibu anda,bahwa anda bisa memaafkan apa yang telah berlalu. Tetapi jika hal ini berulang kembali maka akan ada sikap tegas dan tidak bisa dikompromi lagi. Ini adalah lembaran baru dan halaman baru. Tidak boleh ada noda lagi.

Jika setelah anda menyampaikan hal ini kepada isteri anda,dia menyatakan siap memperbaiki diri dan sikapnya. Maka ucapkan bismillah,anda lanjutkan pernikahan ini. Tetapi jika dia tidak siap memperbaiki diri,maka tidak ada lagi harapan yang bisa dinanti. Anda berhak menentukan nasib sendiri untuk masa depan anda. Pahamkan ibu anda ,kenapa anda lebih bersikap untuk menceraikannya dan tidak memaafkannya. Kenapa sikap ini yang harus anda ambil. Keputusan anda itu anda ambil karena pertimbangan kebaikan untuk anda. Baik kebaikan dari sisi agama atau dari sisi kesehatan anda. wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc