Perselingkuhan

Pernikahan & Keluarga, 15 September 2022

Pertanyaan:

Asalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh ,

Saya mau curhat, Saya mendapatkan cobaan yang sangat menggoncangkan hati saya. Saya sedikit cerita ,dulu pada tahun 2017 saya mndapat cobaan klo istri saya ketahuan selingkuh ,pada saat itu hati saya hancur ,tpi saya mencoba memaafkan dan memberikan kesempatan untuk istri saya untuk berubah ,, tetapi pada tahun satu tahun berselang , tepat nya 2018 , istri saya kembali melakukan hal tersebut ,dan kembali menggoncangkan hati saya , saya sebenarna mau pisah ,tetapi saat saya teringat sama anak, sya pun berusaha untuk bersabar dan memaafkan kembali .dan istri saya kembali berjanji untuk berubah ,,

Akhirnya saya terima ,, tpi di tahun ini ,2022 dia kembali berselingkuh ,bayangkan saja bagaimana perasaam saya ,hati saya hancur ,

Dan dia kembali ingin meminta kesempatan untuk yg kesekian kalinya ,saya ingin memaafkan ,ttpi hati saya sdh hancur sehancur hqncur nya .

Mohon beri saran kepada saya ,karena pada saat ini saya sudah merasa putus asa ,dan ingin mengakhiri hidup saya ,

Tak ada tempat untuk saya untuk bicara ,karna ini masalah yg sangat berbahaya kalo org disekitar saya tahu , 

Mohon pencerahannya ,

Wassalamu'alaik warohmatullahi wabarokaatuh

An.hamba yg terhina



-- Ipurnama (Jambi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Kami ikut perihatin dengan masalah yang menimpa anda, sehingga anda sangat tertekan, membuat anda putus asa. Sepertinya anda juga bingung, harus melakukan apa untuk menyikapi kondisi yang sedang anda hadapi. Semoga Allah swt segera membebaskan anda dari beban berat itu.

Anda ingin memaafkan isteri anda yang telah berselingkuh beberapa kali. Tapi hati anda sudah terlanjur hancur. Sekarang pilihan ada di tangan anda. Anda bisa memaafkan atau anda mencari ketenangan hati dengan berpisah. Jika dengan memaafkan anda merasa lebih bahagia daripada berpisah, maka anda harus bisa memaafkannya dan menerimanya apa adanya. Terimalah apa yang menimpa anda itu sebagai takdir yang harus diterima. Tetapi jika berpisah lebih membahagiakan anda dan lebih baik bagi diri anda, maka ceraikanlah dia.

Jika anda bingung dan tidak bisa memutuskan apa yang harus anda pilih, maka lakukan shalat istikharah. Semoga dengan shalat istikharah yang anda lakukan,Allah membantu memilihkan dan memutuskan pilihan yang terbaik untuk anda.

Ketika akal manusia tidak dapat menjangkau, dan akal tidak lagi mampu memutuskan perkara, jalan istikharah adalah pilihan tepat, yaitu mengharap petunjuk Allah swt menjadi solusi. Biarlah Allah swt memberikan pilihan dan anda menjalaninya dengan mantap dan yakin.ingat keputusan Allah adalah keputusan terbaik bagi hambaNya. Pilihan dan kehendak Allah pasti yang terbaik. Allah swt berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia) ( QS. Al Qashas:68)

Rasulullah saw mengajarkan istikharah kepada sahabatnya dalam segala urusan, bukan hanya urusan nikah saja.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ »

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a: “Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.” (HR. Bukhari)

Istikharah dilakukan untuk mendapatkan kemantapan hati dalam mengambil salah satu dari dua pilihan atau lebih. Wallahu a’lam bishawab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc