Berbakti Kepada Orangtua Dan Suami

Lain-lain, 14 Oktober 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum, sya ingin berkonsultasi. Saya telah menikah selama 5 tahun dengan laki2 yg berasal dari kota lain dan stelah mnikah sya hrus ikut ke tempat asal suami dan meninggalkan kedua orangtua saya, sedangkan ibu saya memiliki suatu penyakit berupa gangguan daya ingat dan selama ini yg merawat beliau adalah ayah saya dan seorang pembantu, dilain hal ayah saya masih sibuk bekerja untuk membiayai sekolah adik laki2 saya di luar kota. Saya memiliki dua saudara laki2 yg kbtulan juga berada di luar kota sehingga semenjak sya menikah ayah dan ibu saya tinggal sendiri dan ditemani pembantu paruh waktu. 

Karena jarak dan pekerjaan saya hanya dapat mengunjungi orangtua saya 1 sekali setahun atau jika mampu orang tua saya yg mengunjungi saya dan selalu berkomunikasi melalui HP

Saya sebenarnya ingin sekali menemani kedua orang tua saya dan merawat ibu saya, sya sudah mengajak suami saya pindah ke tempat asal saya namun suami dengan halus menolak karena kebetulan kami belum dikaruniai keturunan dan masalah pekerjaan dan dia harus menemani ibuny disini (sebagai bakti) karena dia merupakan anak tertua dalam kluarganya dan sebelum menikah dengan saya dia merantau di kota lain slama brtahun2 tidak pernah kumpul dengan orangtuanya. 

Saya dan suami juga memberikan pilihan kepada orangtua saya untuk ikut dengan saya di kota suami, namun ayah saya menolak karena masalah pekerjaan yg tdk dpt ditinggalkan untuk membiayai adik saya. Ayah saya juga memaklumi jika kami tidak bisa tinggal dengan mereka. 

Alhamdulillah walau bagaimanapun keadaannya saya bersyukur selama ini suami dan mertua saya memperlakukan saya dengan sangat baik. 

Saya bingung harus bagaimana disisi lain saya ingin berbakti kepada kedua orang tua saya disisi lain saya ingin berbakti kepada suami mohon saran dan masukannya. Terimakasih



-- Mawar (Surabaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Setiap anak shaleh ingin berbakti kepada kedua orang tuanya. Merawatnya, menjaganya dan memudahkan segala urusannya. Tapi ada satu hal yang sering orang lupa, yaitu cara mengekpresikan atau mengungkapkan keingina untuk berbakti.

Berbakti itu tidak hanya memiliki satu cara. Yaitu menemaninya dan mendampinginya.

Berbakti adalah bersikap   baik kepada kedua orang tua. Baik secara tutur kata maupun tindakan. Segala hal yang membuat kedua orangtua bahagia adalah bakti. 

Jangan-jangan keinginan anda untuk menemani ibu anda bukan sesuatu yang membuat kedua orantua anda bahagia. Jangan-jangan yang membuat orangtua anda bahagia adalah, anda rukun dan baik dengan suami.

Sebaiknya anda tidak terlalu berlebihan dalam memikirkan untuk berbakti kepada orangtua anda. bersikaplah wajar dalam mensikapinya. Wujudkan rasa bakti anda kepada orang tua dengan menelepon atau mengirim kebutuhan yang dibutuhkan mereka.

Ingat bahwa ketaatan dan keridhaan seorang wanita setelah dia menikah adalah kepada suaminya. Bukan kepada orangtuanya. Ketika seorang wanita telah menikah, maka dia harus menjadikan suaminya sebagai tempat pengabdiannya dan ketaatannya. Rasulullah saw bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya (HR. Tirmidzi)

لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا أَمَرَ امْرَأَتَهُ أَنْ تَنْقُلَ مِنْ جَبَلٍ أَحْمَرَ إِلَى جَبَلٍ أَسْوَدَ وَمِنْ جَبَلٍ أَسْوَدَ إِلَى جَبَلٍ أَحْمَرَ لَكَانَ نَوْلُهَا أَنْ تَفْعَلَ

“Sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan aku perintahkan seorang isteri sujud kepada suaminya. Sekiranya seorang suami memerintahkan isterinya untuk pindah dari gunung ahmar menuju gunjung aswad, atau dari gunung aswad menuju gunung ahmar, maka ia wajib untuk melakukannya.” (HR. Ibnu Majah)

Demikian yang bisa disampaikan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc