Memergoki Adik

Lain-lain, 17 Oktober 2022

Pertanyaan:

Assalamualaikum, ustadz.

Saya punya adik perempuan, usia 18 tahun. Saya baru saja memergoki isi percakapannya dengan pacarnya di WhatsApp.

Saya telah lama tahu bahwa selain dia terikat dalam hubungan yang saya anggap terlarang itu, dia juga sedikit agak mendekati batas-batasnya. Ibu saya tahu, tapi mungkin beliau tidak securiga saya, hanya menganggap bahwa ini tidak lebih dari pacar-pacaran main-main anak SMA. Tapi ternyata tidak, seperti yang saya duga.

Pacar adik saya ini adalah temannya sejak SMA, laki-laki sebayanya yang tidak dikenal keluarga kami. Sekarang dia sepertinya sedang bekerja di luar kota dan meninggalkan adik saya dalam hubungan jarak jauh, yang membuat adik saya sering menangis tidak jelas. Ini membuat saya jengkel, kepada laki-laki itu dan juga kepada adik saya.

Apparently, laki-laki itu entah kenapa sejak tamat SMA malah terkesan menjauhi adik saya. Dia tidak membalas pesan-pesan adik saya, sepertinya ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Beberapa kali saat saya tidak sengaja membuka ponsel adik saya, saya melihat adik saya yang bodohnya malah mengemis-ngemis kepada laki-laki itu untuk sekadar membalas pesannya.

Salah satu yang membuat saya yakin ada yang tidak beres adalah pesannya yang mengatakan, dalam penafsiran baku, "Saya sudah memberikan pada kamu diri saya. Kamu jangan lupa itu. Saya sangat percaya pada kamu sehingga saya memberikan diri saya."

Awalnya saya menolak untuk percaya bahwa itu adalah seperti yang saya duga. Tapi hal terbaru ini membuat saya semakin takut parah.

Saya memergoki percakapan WhatsApp adik saya dengan pacarnya, adik saya mengirimkan beberapa video, yang mana telah dihapus sehingga saya tidak lihat. Saya tentu tidak mau lihat. Dari pesan-pesannya mengimplikasikan bahwa itu adalah video masturbasi adik saya. Dan sialnya lagi, laki-laki bedebah itu, masih dalam keacuhannya pada adik saya, malah terkesan menuntut video tersebut. Adik saya bagaikan punya utang kepada dia, yang entah memang benar atau tidak.

Saya sangat bingung harus apa. Saya tidak ingin membuat orang tua saya terkejut dengan ini, yang mana pasti. Tolong saya, ustadz.



-- Owlbear (Malang)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabaratuhu.

Anda melihat kemungkaran yang dilakukan adik. Maka kewajiban anda adalah mengubahnya kearah yang lebih baik. Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُوْلُ: «مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ» رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak bisa, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak bisa, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim)

Tahapan yang harus anda lakukan kepada adik anda adalah:

  1. Sadarkan bahwa yang dia lakukan adalah kemunkaran, kemaksiatan, perbuatan dosa. Kalau adik anda tidak menyadari itu suatu kesalahan dan dosa. Dia merasa benar melakukan kesalahan itu. Berpacaran adalah dosa, lebih dari itu tentu lebih besar lagi dosanya. Karena itu adalah perbuatan dosa. Maka harusnya ditinggalkan. Dihentikan dan tidak dilanjutkan.

Melanjutkan hubungan terlarang hanyalah akan memperpanjang daftar dosa yang dilakukan.

Allah mengharamkan pacaran dan perzinaan. Rasulullah saw bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dan Allah swt berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al Isra:32)

  1. Hendaknya perpisahan dengan pacarnya itu disikapi dengan syukur. Karena dengan perpisahan itu kesempatan untuk berbuat dosa semakin sempit dan sulit. Memang tidak mudah mensyukuri perpisahan dengan kenikmatan. Tapi harus diingat, bahwa kenikmatan tersebut menyeret pada perbuatan dosa. Akan membahayakan dirinya di dunia dan akhirat. Membuat malu diri sendiri dan keluarga.
  2. Adapun noda masa lalu yang mencoreng dirinya dan masa depannya, hendaknya disadari behwa itu adalah akibat dari kebodohannya. Cukuplah penyesalan masa lalu menjadi pelajaran buruk yang tidak perlu dilanjutkan. Terimalah itu sebagi akibat yang harus ditanggung. Biarlah masa lalu itu berlalu dengan waktu. Dan saatnya memperbaiki diri. Dengan taubat nasuha. Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat” (HR Ibnu Maajah)

  1. Masalah yang menimpa adik anda adalah masalah yang sangat pribadi. Jika tidak ada orang yang menyampaikannya ke ibu anda, maka dia tidak akan tahu. Jagalah rahasia ini sebaik-baiknya. Karena menjaga aib dan menutupinya itu, menjadi sebab Allah menutup aib di akhirat kelak. Tutuplah aibnya dan luruskan kesalahannya. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“Barangsiapa yang meringankan (menghilangkan) kesulitan seorang muslim kesulitan-kesulitan duniawi, maka Allah akan meringankan (menghilangkan) baginya kesulitan di akhirat kelak. Barangsiapa yang memberikan kemudahan bagi orang yang mengalami kesulitan di dunia, maka Allah akan memudahkan baginya kemudahan (urusan) di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim sewaktu di dunia, maka Allah akan menutup (aibnya) di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selalu ia menolong saudaranya.” [HR. Tirmidzi]

  1. Ajaklah adik anda untuk bertaubat. Hanya taubat yang menjadikan pendosa bersih dan suci dari noda dosa. Hanya taubat yang mempu mengembalikan kemuliaan pendosa.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc