Bertanya

Aqidah, 20 Oktober 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum saya mau tanya, saya mempunyai sepupu laki laki yg seumuran sama saya tetapi dia sudah meninggal tetapi sebelum dia meninggal saya merasa bersalah dan nyesal banget tidak menyapa nya waktu itu padahal saya ingin sekali bermain sama dia lagi tetapi saya ragu untuk menyapa nya karna sudah lama tidak bertegur sapa. Jadi bagaimana caranya meminta maaf sama dia sedangkan dia sudah tiada lagi di alam dunia ini? Akankah dia mau memaafkan saya? Bagaimana cara menerima kenyataan kalau dia sudah tiada lagi di dunia ini? Terima kasih



-- Valia Devina Lestari (Pekanbaru Riau)

Jawaban:

Wa'alaikumussalaam wrwb.

Manusia adalah hamba Allah yang tidak luput dari kesalahan dan dosa termasuk dosa kepada sesamanya. Namun, sebab adanya alasan tertentu, beberapa muslim mungkin belum sempat mohon maaf atas kesalahannya hingga orang yang terdzalimi meninggal dunia. Memohon maaf atas perbuatan dzalim yang dilakukan pada orang lain merupakan kewajiban bagi tiap muslim sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikut,

عن أَبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عن النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: مَنْ كَانتْ عِنْدَه مَظْلمَةٌ لأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ فَلْيتَحَلَّلْه ِمِنْه الْيَوْمَ قَبْلَ أَلَّا يكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ، إنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمتِهِ، وإنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سيِّئَاتِ صاحِبِهِ، فَحُمِلَ عَلَيْهِ


"Barangsiapa yang berbuat zalim kepada saudaranya, baik terhadap kehormatannya maupun sesuatu yang lainnya, maka hendaklah ia meminta maaf kepadanya sebelum tidak ada lagi dinar dan dirham. Jika ia punya amal salih, maka amalannya itu akan diambil sesuai dengan kadar kezaliman yang dilakukannya. Dan jika ia tidak punya kebaikan, maka keburukan orang yang ia zalimi itu dibebankan kepadanya," (HR Bukhari).

Namun, meminta maaf menjadi perkara yang mustahil bila orang yang bersangkutan telah meninggal dunia. Syekh Muhammad Shalih al Munajjid mengatakan, ada sejumlah solusi dari permasalahan tersebut.

Hal yang paling utama adalah memohon ampunan kepada Allah, Layaknya hakim, Allah memutuskan apakah kesalahan hamba diampuni atau tidak. Keputusan Allah tentunya adil dan tidak mendatangkan kerugian.

Allah berfirman dalam surah Al Zumar ayat 53 yang menyebutkan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Pengampun,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Di samping itu, cara yang dapat dilakukan seorang muslim untuk menebus dosa kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah mendoakannya. Doa dari seorang muslim yang masih hidup kepada mukmin yang telah meninggal dunia merupakan amalan jariyah bagi yang telah pergi.

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR Muslim).

Cara lain yang dapat dilakukan adalah menyambung silahturahmi dengan karib kerabat. Hal ini sesuai hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar yang menyatakan pentingnya silaturahim.

"Bentuk kebaktian kepada orang tua yang paling tinggi, menyambung hubungan dengan orang yang dicintai bapaknya setelah ayahnya meninggal." (HR Muslim).

Demikian, semoga Allah berknan untuk memberikan kemudahan, taufiq dan ridho-Nya

Wallahu a'lam bishshawaab

Wassalaamu 'alaikum wrwb.



-- Agung Cahyadi, MA