Kurikulum Khutbah Jumat

Lain-lain, 31 Oktober 2022

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum

Ustadz, perkenalkan kami dari pengurus masjid Ar Rahmah Desa Permata Baru Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Di desa kami masih sepi syiar keIslaman, maka kami dari masjid berusaha sebanyak mungkin mengadakan kegiatan keagamaan.

pertama tama kami giatkan lagi peringatan hari besar dengan mengundang ustadz yang punya daya tarik, bisa dari nama besarnya atau dari gaya ceramahnya. hal itu kami lakukan supaya masyarakat mau berangkat ke masjid. selanjutnya kami adakan kegiatan keagamaan dan sosial. beberapa diantaranya adalah pelatihan seni membaca al quran dan kegiatan sosial berupa pembagian beras bekerjasama dengan ybm brillian.

rencana kami selanjutnya adalah mengefektifkan kegiatan sholat jumat. rutinitas sholat jumat setiap minggunya hampir menjadi kegiatan yang kurang mendapatkan perhatian dari pengurus masjid khususnya tentang materi khutbah. supaya isi khutbah lebih berbobot dan memiliki daya ubah terhadap jamaah, rencana kami mau membuiat kurikulum khutbah jumat. dan setiap jumat kami akan membagikan buletin yang isinya tentang khutbah jumat pada hari itu.

pertanyaan kami 1) bagaimana pendapat ustadz tantang rencana kami itu? 2) bagaimana kira-kira bagusnya kurikulum khutbah jumat yang memiliki daya ubah? 3) khotib yang seperti apa yang harusnya kami hadirkan?

demikian saja ustadz. kurangnya kami mohon maaf, dan lebihnya hanya dari Allah

jazakumullahu khoiron katsiron

Wassalamu'alaikum



-- Chosi'in (Indralaya)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Masjid adalah bangunan pertama yang didirikan oleh nabi Muhammad saw ketika hijrah ke Madinah. Masjid adalah pusat perubahan masyarakat dan pusat pendidikan untuk ummat.

Hari jumat adalah hari wajib belajar ummat islam. Pada hari itu semua laki-laki dewasa (siswa)wajib ke masjid (madrasah) untuk mendengarkan khutbah (pelajaran) dari khatib (guru). Inilah wajib belajar sepanjang masa ala Islam untuk kaum muslimin.

Mereka yang tidak sempat belajar agama, mau tidak mau harus belajar agama lewat khutbah yang disampaikan khatib. Jika materi khutbah jumat disusun berdasarkan kurikulum yang terencana dan terarah maka akan terjadi perubahan pada diri ummat. Tidak ada materi yang saling tumpang tindih dan berulang-ulang. Tidak ada khatib yang menyampaikan materi berdasarkan seleranya semata. Mereka akan menyampaikan khutbahnya sesuai tema yang di tetapkan masjid.

Dengan khutbah yang disusun sedemikan rupa, dan khatib yang disusun sesuai dengan kopetensinya akan membuat jamaah masjid akan tercerahkan pikiranngya dan akan berubah perilakunya lebih baik. Ummat akan tertuntun minimal sepekan sekali lewat kegiatan sholat jumat di masjid.

Silahkan buat kurikulum dan materi khutbah untuk setahun dan khatib yang sesuai dengan kemampuannya dan latar belakang serta kehliannya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menyusun kurikulum dan tema khutbah:

  1. Pelajari terlebih dahulu sesuatu yang dibutuhkan jamaah masjid. Dari situ akan disusun prioritas materi dan khatib.
  2. Materi khutbah harus mencerminkan ajaran Islam yang utuh dan sempurna. Misalnya. Untuk bulan januari- maret pekan pertama, tema khutbahnya tentang akidah. Pekan kedua tentang akhlak. Pekan ke tiga tentang ibadah. Pekan ke empat tentang ekonomi. Bulan April-juni : pekan pertama tentang pendidikan. Pekan kedua tentang dakwah. Pekan ketiga tentang peristiwa kontemporer. Pekan keempat tentang sosial. Dan jika seterusnya.
  3. Agar tema khutbah lebih dirasakan uptodate. Hendaknya tema diesuaikan dengan hari besar, hari peringatan atau hari yang ada momentum tertentu yang menjadi bahasan masyarakat.
  4. Akan lebih memudahkan khatib menyampaikan materi dan agar materi sesuai dengan yang dikehendaki masjid. Sebaiknya tema khutbah disertai dengan kisi-kisi materi dan telah disampaikan kepada khatib sebelum mereka khutbah.
  5. Hendaknya para khatib yang dihadirkan adalah khatib yang memiliki latar belakang keilmuan dan kecakapan orasi yang baik.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga brmanfaat. Wallahu a’lam bishowab (as)



-- Amin Syukroni, Lc