Apakah Rumah Tangga Saya Masih Sehat?

Pernikahan & Keluarga, 6 November 2022

Pertanyaan:

Apakah rumah tangga saya masih sehat jika selama pernikahan 16 thn suami saya tidak pernah menjadi imam saya solat. Lalu dalam hal nafkah dia juga tidak mencukupi saya dan anak2 saya. Saya kerja untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga tp suami saya malah santai2 . Tidak pernah mau membantu meringankan pekerjaan rumah. Dia juga pernah mengecewakan saya menyakiti hati saya, males, susah di ajak bicara baik2. Sebenarnya saya sudah lelah dengn semua ini tp saya masih memikirkan anak2 . Apa yg harus saya lakukan ?



-- Eka Haryanti (Bekasi)

Jawaban:

Wa alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu.

Suami anda tidak pernah menjadi imam shalat di keluarganya, ketauhilah bahwa dia bukan satu-satunya suami yang tidak pernah menjadi imam shalat di keluarganya. Hhal itu wajar saja. Bukan suatu keharusan seorang suami menjadi imam shalat untuk isterinya dan keluarganya.

Demikian pula dia bukan satu-satunya suami yang tidak mampu memberi nafkah yang cukup bagi keluarganya. Karena kecukupan itu berbeda-beda standarnya. Dan karena isteri merasa tidak tercukupi kebutuhannya, maka dia  membantu nafkah keluarganya. Banyak keluarga seperti itu dan tetap baik-baik saja.

Jika anda mengeluhkan sikap suami yang anda nilai santai, males, susah diajak bicara dan sebagainya. Ketahuilah anda bukan satu-satunya isteri yang memiliki suami seperti itu, dan mereka tetap baik-baik saja.

Barangkali diusia pernikahan yang sudah menginjak 16 tahun itu hanya butuh penyegaran saja. Masalah yang anda permasalahkan itu bukan masalah baru. Sudah lama terjadi. Dulu tidak anda permasalahkan dan sekarang anda permasalahkan, karena keluarga anda sedang kering. Perlu penyegaran dan siraman air kasih sayang baru dari anda dan suami.

Keluarga matang seperti ini yang dibutuhkan adalah penyegaran suasana. Yang membutuhkan peyegaran bukan hanya isteri atau suami. Tapi kedua-duanya membutuhkan penyegaran. Inilah yang harus disadari suami dan isteri. Perlu menghadirkan kembali suasana awal pernikahan. Diantara yang bisa dilakukan adalah:

  1. Mengubah suasana rumah lebih beragam. Mulai dengan mengubah aksesoris rumah dengan mengganti yang lama dengan yang baru, mengubah tatanan barang dan perabot rumah, menjadwal kegiatan bersama keluarga seperti berwisata bersama keluarga, makan di luar dan lain-lain.
  2. Buatlah hubungan seksual menjadi sesuatu yang istimewa. Yang dirindu dan ditunggu. Tidak mengapa anda berdua sama-sama mendiskusikan hubungan seksual seperti apa yang diinginkan. Jangan sampai terjadi perselingkuhan karena tidak mendapatkan yang diinginkannya di rumahnya. Sehingga perlu mencarinya di tempat lain.
  3. Isteri menulis kebaikan-kebaikan suami sebanyak-banyaknya dan melihat sisi baiknya. Suami juga melakukan hal yang sama. Tidak fokus pada kekurangan masing-masing. Manusia lebih sensitif kepada keburukan dari pada kebaikannya. Lebih sulit mencatat kebaikannya daripada keburukannya. Disinilah suami dan isteri harus jujur pada diri sendiri dalam menilai pasangannya. Sesungguhnya kebaikan pasti lebih banyak. Hati yang rusaklah yang membutakan kebaikan orang lain.
  4. Buatlah “pesta-pesta” kecil dalam rumah. Momentum apapun bisa dijadikan alasan membuat “pesta”. Bukan momentumnya yang penting,tapi mengubah suasana tegang dan monoton itulah yang penting.

Mudah-mudahan dengan memperhatikan apa yang telah dijelaskan diatas. Menjadikan keadaan anda dan keluarga menjadi lebih baik. demikian yang bisa disampaikan. Wallahu a’lam bishowab. (as)



-- Amin Syukroni, Lc